Hotel Tutup, Raddin Ancol PHK 100% Karyawan
Kamis, 24 Mei 2007 13:42 WIB
Jakarta - Terjawab sudah alasan penutupan Hotel Raddin Ancol yang sudah tidak beroperasi sejak 22 Mei 2007. Bukan alasan renovasi tapi karena terus merugi selama 13 tahun.Akibat penutupan hotel tersebut, Raddin yang merupakan anak usaha PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk, akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) seluruh karyawannya."Kinerja finansial Hotel Raddin sejak dioperasikan tahun 1994 sampai dengan tahun 2006 sangat memprihatinkan karena mengalami akumulasi rugi sebesar Rp 530 miliar," kata Presdir PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk, Jefri Darmadi dalam laporannya ke Bursa Efek Jakarta (BEJ), Kamis (24/5/2007).Dengan kata lain, lanjut Jefri, rata-rata setiap tahunnya Hotel Raddin Ancol membukukan kerugian sebesar Rp 41 miliar.Sedangkan total kewajiban Hotel Raddin Ancol pada tahun 2006 sudah mencapai 435 persen dibandingkan total aset yang dimilikinya."Oleh karena itu Hotel Raddin Ancol dalam kondisi insolvent atau sudah tidak mampu memenuhi kewajibannya sehingga hal ini sangat mempengaruhi cash flow perusahaan serta memberikan kontribusi negative profit bagi perseroan secara konsolidasi," urai Jefri.Menurut Jefri, kinerja operasional maupun finansial Hotel Raddin Ancol kecenderungannya semakin turun dari tahun ke tahun, meskipun manajemen telah melakukan berbagai strategi peningkatan revenue seperti efisiensi biaya."Selama masa penutupan, manajemen akan memulai sosialisasi dan dilanjutkan dengan PHK terhadap 100 persen karyawan Hotel Raddin Ancol dengan pemberian pesangon sesuai UU yang berlaku," tutur Jefri.Hotel berbintang empat yang memiliki kapasitas 292 kamar ini ada di kawasan hiburan Taman Impian Jaya Ancol dan dekat pusat perbelanjaan Mangga Dua.JSI adalah perusahaan properti yang mengelola Hotel Grand Hyatt Bali, Bali Hyatt, Mercure Resort Sanur, Mercure Convention Center, dan Hotel Formula 1 Menteng.Selain itu juga memiliki Taman Permata Buana, Plaza Setiabudi, Menara Cakrawala, Tamanpuri Setiabudi, Apartemen Kuningan, Setiabudi One, Bali Collection.Pemegang saham mayoritas JSI dimiliki PT Jan Darmadi Investindo 57,51 persen, Bank Panin 15,63 persen, Noord-Amerikaanse Financierings 9,52 persen dan United Coast Finance Limietd 7,7 persen.
(ir/qom)