Duit US$ 426,47 Juta Kontraktor Migas Terbuang Sia-sia

Duit US$ 426,47 Juta Kontraktor Migas Terbuang Sia-sia

- detikFinance
Minggu, 27 Mei 2007 17:47 WIB
Jakarta - Dana investasi sebanyak US$ 426,47 juta yang telah dikeluarkan investor di 11 blok migas di Indonesia terancam terbuang sia-sia.Hal ini menyusul akan habisnya masa kontrak eksplorasi di blok-blok tersebut yang belum diperpanjang pengelolanya. Demikian yang tertuang dalam Katalog Profil Kontraktor Kontrak Kerja Sama Status Eksplorasi (Status 31 Desember 2006) yang dikutip detikfinance, Minggu (27/5/2007). Sebelumnya, Dirjen Migas Luluk Sumiarso mengakui ada sekitar 11 kontrak blok migas yang akan habis pada tahun ini. Sedangkan Direktur Hulu Ditjen Migas R Priyono menyatakan kontrak-kontrak tersebut adalah yang ditandatangani pada tahun 1997. "Sudah 10 tahun, kontraknya sudah habis," ujarnya saat itu (detikfinance.com,5/4/2007). Kesebelas blok tersebut adalah pertama blok Bengara-II di Kalimantan Timur yang dikelola Continantal-Geopetro. Blok ini telah memakan investasi US$ 5,039 juta.Kedua, blok Binjai di Sumatera Utara yang di kelola Telaga Binjai Energi. Investasi yang telah dikeluarkan mencapai US$ 5,236 juta.Ketiga, Korinci Baru di Sumatera Tengah yang dikuasai Kalila Ltd. Invetasi Kalila telah mencapai US$ 12,357 juta.Keempat Madura Offshore yang dikuasai Santos sebanyak 75 persen. Di blok ini, investor sudah menggelontorkan US$ 50.033 juta.Kelima North East Natuna di Laut Natuna yang didominasi saham Titan Resources. Investasi sebesar US$ 14,529 telah dikeluarkan untuk mengeksplorasi blok ini.Keenam on shore blok Madura, Jawa Timur yang dikelola JOB Pertamina-Medco Madura. Mereka telah menghabiskan investasi sebesar US$ 16,020 juta. Ketujuh Rapak di Lepas Pantai Kalimantan Timur yang didominasi Chevron. Investasi yang sudah dikeluarkan mencapai US$ 244,414 juta. Jumlah ini adalah yang terbesar diantara semua blok yang terancam diputus.Kedelapan Saliki di Lepas Pantai Kalimantan Timur yang dimiliki Total Saliki dan Inpex Off Northwest Mahakam sebesar masing-masing 50 persen. Di blok ini dana yang sudah dikucurkan mencapai US$ 5,136 juta. Kesembilan, blok Sebuku di Lepas Pantai Kalimantan Selatan yang dikuasai bersama Pearl Oil dan Fuel-X Sebuku (masing-masing 50 persen). Biaya yang sudah dikeluarkan untuk mengeksplorasi sampai US$ 14,397 juta.Kesepuluh, Tanjung Jabung yang tercantum milik Petronas Carigali sebesar 90 persen dan sisanya milik Consolidated Energy (10 persen). Investasi yang sudah dikeluarkan mencapai US$ 15,031 juta.Kesebelas adalah blok Wokam yang dioperatori Korea National Oil Corporation (KNOC). KNOC memiliki 80 persen saham di blok ini, sisanya dimiliki Frontier Wokam Corp. Dana yang sudah dikucurkan mencapai US$ 10,265 juta. (lih/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads