Adhi Karya akan Tambah Saham di Jakarta Monorel

Adhi Karya akan Tambah Saham di Jakarta Monorel

- detikFinance
Selasa, 29 Mei 2007 16:40 WIB
Jakarta - Perusahaan jasa konstruksi pelat merah, PT Adhi Karya Tbk berencana menambahkan kepemilikannya di PT Jakarta Monorel yang membangun proyek monorel di DKI Jakarta.Adhi Karya akan menambah sahamnya dari kepemilikannya saat ini yang berjumlah 7,65 persen menjadi 26,53 persen. Hal ini dikatakan oleh Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Kurnadi Gularso di sela-sela acara Indonesia Investor Forum II, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (29/5/2007). "Kalau Anda baca prospektusnya saat ini kan posisi kepemilikan kita di Jakarta Monorel saat ini 7,65 persen, terus nanti kita mau tambah US$ 25 juta, itu nanti total kepemilikan kita di Jakarta Monorel 26,53 persen," paparnya. Menurutnya alasan perseroan menambahkan kepemilikannya ini adalah untuk menambahkan pendanaan kepada proyek monorel dengan pendanaan konvensional. "Pendanaan dari obligasi syariah itu tidak bisa mencukupi ternyata kurang karena terbentur oleh peraturan sukuk sehingga terpaksa kita berubah ke pendanaan konvensional, dan pendanaan ini membutuhkan ekuitas, Adhi sebagai salah satu sponsor monorel terpaksa cari pendanaan konvensional untuk meningkatkan ekuitasnya, jadi sekarang ini baru ada US$ 20 juta dan nanti yang dimiliki oleh stakeholder Jakarta Monorel," jelasnya. Dia mengatakan bahwa nantinya jumlah US$ 25 juta ini akan dimasukkan kepada Jakarta Monorel oleh Adhi Karya dengan menggandeng beberapa partner. "Nanti kita akan masuk US$ 25 juta tentunya dengan teman-teman lain, dengan partner sehingga nanti bisa me-raising fund dari lokal bank," tambahnya. Untuk besaran pinjaman ke bank tersebut adalah sebesar US$ 336 juta. "Itu bisa dilihat dari nilai proyek sebesar US$ 480 juta, ekuitasnya US$ 144 juta dan sisanya itu yang kita pinjam dari bank lokal," imbuhnya. Menurutnya dengan pinjaman baru ini tidak berisiko kepada perseroan meskipun perseroan baru saja menerbitkan obligasi Rp 400 miliar. "Tidak (berisiko) karena sudah ada penjaminan dari pemerintah terutama dari perpres, dari presiden sudah menyetujui kemudian dari Menko Perekonomian dan Menkeu sudah mengetahui untuk short fall (kekurangan raidership atau penumpang), di tahun pertama sampai kelima sampai US$ 22,5 juta per tahun (dana yangg dijamin)," paparnya.Semula pendanaan Jakarta Monorel senilai US$ 500 juta akan disokong oleh Dubai Isalmic Bank. Namun Dubai batal masuk karena terbentur belum adanya instrumen obligasi syariah (sukuk) negara sebagai bentuk investasinya. Monorel Jakarta terdiri dari dua jalur yaitu jalur hijau (green line) sepanjang 14,275 km dengan 16 stasiun mulai Komdak hingga Satria Mandala. Serta jalur biru (blue line) sepanjang 9,725 km dengan 11 stasiun mulai dari Kampung Melayu sampai Roxy. (dnl/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads