Asing Incar Tanaman Jarak NTT
Kamis, 31 Mei 2007 15:10 WIB
Jakarta - Perusahaan swasta asing yang bergerak di pengembangan biodiesel sedang melirik investasi lahan tananam jarak di Nusa Tenggara Timur (NTT). Investor merupakan para pemodal besar, diantaranya berasal dari Korea, Jerman dan Belanda."Investor asing itu mencari alternatif biodiesel, pilihannya jatuh di tanaman jarak. Mereka mencari lahan di Indonesia, India dan Afrika dengan membawa kapital besar," ungkap Deputi Direktur Sistem Riset dan Informasi RNI Nugroho D. Soetardjo, di acara Pekan Lingkungan Indonesia, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (31/5/2007)."Di Indonesia lahan yang paling mereka lirik adalah NTT. Mereka juga meminta kami menjual lahan RNI yang 100 ribu hektar di NTT tapi kami bilang kita tidak jual lahan tapi minyak jarak," ujar Nugroho.Menurutnya saat ini investor asing itu berencana ingin membeli lahan jarak milik petani. "Lahannya dibeli untuk pengembangan. Seperti konsep CPO, asing itu beli lahan dan bangun pabrik. Jadi mereka mengolah sendiri. Kalau begitu akhirnya kita cuma penonton di negara sendiri," ucapnya.Ia menjelaskan kenapa NTT menjadi lahan yang paling potensial karena lahannya luas dan daerahnya cocok berdasarkan cuaca, angin dan iklim. Mengingat menanam jarak di dataran tinggi atau di atas 200 meter dari permukaan laut hasilnya kurang maksimal.
(arn/hdi)











































