Pertumbuhan Ekonomi 2008 Disepakati Belum Sampai 7%
Senin, 04 Jun 2007 12:01 WIB
Jakarta - Komisi XI DPR RI menyepakati pertumbuhan ekonomi 2008 belum sampai angka 7 persen, yakni tepatnya 6,5-6,9 persen. Angka ini lebih rendah dari target pemerintah sebesar 6,6 hingga 7 persen. Demikian disampaikan pimpinan rapat Walman Siahaan dari PDS dalam rapat kerja di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/6/2007)Hadir dalam rapat kerja tersebut Menkeu Sri Mulyani, Deputi Gubernur Senior BI Miranda Goeltom, Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, Kepala BPS Rusman Heriawan."Pertimbangan dewan adalah proyeksi pencapaian target pertumbuhan ekonomi 2007 masih sekitar 6,6 persen. Jadi, proyeksi pertumbuhan konsumsi pemerintah 2008 masih terlalu tinggi, kredit juga tinggi. Kemudian sisi investasi meski sudah ada perbaikan, tapi masih belum kondusif benar," urai Walman.Sementara dari sisi BI, target pertumbuhan ekonomi 2008 ditargetkan sebesar 6,2-6,8 persen. Angka ini lebih rendah karena melihat ekspektasi inflasi kedepan. "Ini merupakan suatu angka yang cukup bermakna untuk mem-back up perkembangan-perkembangan saat ini," urai Miranda.Menkeu Sri Mulyani tidak keberatan dengan target tersebut. "Untuk pertumbuhan ekonomi kami tidak ada masalah," tegasnya. Sedangkan dari sisi nilai tukar rupiah, pemerintah mengasumsikan sebesar Rp 9.100-9.400 per dolar AS, dan BI Rp 9.000-9.300 per dolar AS."Namun kami tidak melihat perbedaan yang mendasar disini karena masih ada angka yang overlapping," jelas Miranda.
(qom/ir)











































