Pertamina Tambah Pasokan 7.600 Tabung Elpiji di Sumut

Pertamina Tambah Pasokan 7.600 Tabung Elpiji di Sumut

- detikFinance
Kamis, 14 Jun 2007 07:49 WIB
Medan - Mengantisipasi lonjakan permintaan kebutuhan elpiji di wilayah Sumatera Utara, Pertamina Unit Pemasaran I Medan kembali menambah pasokan sebanyak 7.600 tabung kapasitas 12 kg. Penambahan pasokan yang akan dilakukan untuk memenuhi permintaan LPG yang melonjak. Penambahan pasokan yang akan dimulai Kamis (14/6/2007) ini setara dengan 91.200 kilogram elpiji. Penyaluran akan dilakukan melalui 38 agen yang tersebar di 17 kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Ke 17 daerah itu antara lain Pematang Siantar, Tanah Karo, Deli Serdang, Labuhan Batu, Asahan, dan Tebing Tinggi. Dari 7.600 tabung tersebut, Pertamina akan menyalurkan 3.000 tabung elpiji ke kota Medan. "Penambahan ini menyusul penambahan sebanyak 14.800 tabung atau 177.600 kg yang telah disalurkan pada Kamis sampai Sabtu 7 - 9 Juni kemarin," kata Humas Pertamina Unit Pemasaran I Medan, Sudarman, kepada wartawan di Medan, Rabu (13/6/2007).Menurut Sudarman, permintaan elpiji di Sumatra Utara beberapa minggu ini memang terus meningkat. Pertamina Unit Pemasaran I Medan berupaya untuk memenuhi kebutuhan LPG, walaupun bisnis LPG Pertamina masih mengalami kerugian. Produk elpiji merupakan produk yang sampai saat ini masih disubsidi oleh Pertamina. Hal ini karena harga jual Elpiji Rp. 4.250/kg. Sementara harga produksi dan distribusi mencapai Rp. 7.000/kg. Secara nasional pada tahun 2006 saja, total kerugian Pertamina dari bisnis LPG secara nasional lebih dari Rp 2 triliun. Disisi lain, sesuai PP No.31 tahun 2003, Pertamina telah berubah menjadi persero. Artinya, Pertamina harus berorientasi untuk memperoleh keuntungan. Hal ini sejalan dengan UU No.22 tahun 2001 tentang liberalisasi usaha bidang migas yang artinya bahwa bisnis LPG sangat terbuka bagi perusahaan migas lainnya selain Pertamina. "Sebagai jalan tengah, Pertamina menetapkan sistem alokasi untuk untuk agen elpiji di setiap wilayah. Penentuan alokasi ini didasarkan pada kebutuhan LPG di setiap wilayah dan subsidi maksimal yang ditanggung Pertamina. Sistem alokasi ini sekaligus sebagai upaya Pertamina untuk mengawasi peredaran elpiji di tingkat agen," kata Sudarman. Untuk triwulan pertama 2007 ini, kuota untuk Sumbagut adalah 3.704 metrik ton. Namun realisasinya, alokasinya sebesar 4.848 metrik ton, atau kelebihan 1.144 metrik ton. Dalam rupiah, sampai bulan Maret kemarin, Pertamina Unit Pemasaran I Medan telah merugi sebesar Rp 21,6 miliar. Elpiji yang disalurkan di wilayah Sumatera Utara berasal dari Kilang Pengolahan Unit II Dumai dan Instalasi Tanjung Uban. Lalu disalurkan melalui 3 Stasiun Pengisian Bahan Bulk Elpiji (SPBBE) dan 1 Depot LPG Pertamina di Tandem, kemudian disalurkan melalui 48 agen. (rul/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads