APBN Tak Relevan Lagi Pakai Asumsi Harga Minyak
Senin, 25 Jun 2007 11:47 WIB
Jakarta -
Penggunaan asumsi harga minyak untuk acuan perhitungan APBN dinilai tidak relevan lagi. Harga gas dan batubara lebih cocok untuk dijadikan acuan. Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menyatakannya usai menemui anggota International Energy Agency (IEA) di departemen ESDM, Jakarta, Senin (15/6/2007). Ia menjelaskan, penggunaan asumsi harga minyak sebagai acuan APBN ditentukan saat minyak masih menjadi andalan produksi Indonesia. Namun kini posisi minyak sudah tergeser oleh gas dan batubara. "Makanya kemarin saat Paripurna saya mengusulkan untuk APBN tidak lagi menggunakan asumsi harga minyak. Karena andalan kita sekarang gas dan batubara," jelasnya. Saat ini pemerintah menargetkan produksi nasional mencapai 5 juta barel setara minyak (barel oil equivalent). Produksi itu terdiri dari produksi minyak dan kondensat 1 juta barel, produksi gas 1,5-2 juta BOE (Barrel Oil Equivalent), dan sisanya produksi batubara. Untuk target peningkatan produksi migas, pemerintah mengandalkan produksi dari blok Cepu milik Exxon Mobil, lapangan milik Pertamina, dan lapangan milik Chevron. "Caltex (Chevron) adalah area kuncinya. Karena dia memegang 45% produksi minyak Indonesia di Sumatera Tengah," ujarnya.
(lih/qom)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































