Stok Susu Cukup, Tak Ada Rush

Stok Susu Cukup, Tak Ada Rush

- detikFinance
Senin, 02 Jul 2007 11:07 WIB
Jakarta - Ketua Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) Handaka Santosa menyatakan, stok susu saat ini masih cukup. Ia juga membantah adanya rush pembelian susu."Setelah saya cek ke anggota kami, memang ada kenaikan harga susu antara 3-10 persen. Tapi stok ada. Tidak ada rush," jelas Handaka kepada detikFinance, Senin (2/7/2007).Hal senada disampaikan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Depdag Ardiansyah Parman."Tidak ada rush pembelian susu bubuk dan kaleng di pasar maupun supermarket, harga masih sama dengan sebelumnya. Silakan Anda cek langsung ke minimarket, supermarket atau hipermarket," tegasnya.Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Thomas Dharmawan sebelumnya mengatakan, dari awal tahun 2007 hingga Juni ini, harga susu dunia naik dari semula US$ 2.000-2.500 per ton menjadi US$ 4.000-4.500 per ton. Produsen menerapkan kenaikan harga secara bertahap karena melihat daya beli masyarakat yang masih rendah. Sejumlah produsen susu yang sudah menerapkan kenaikan harga bertahap adalah Nestle, Frisian Flag, dan Nutricia.Dari pantauan detikFinance, di sejumlah pasar swalayan dan hipermarket di Jakarta, kenaikan harga susu tidak terlalu mencolok. Di hipermarket Carrefour, Taman Mini misalnya, susu Sustagen Kids 1 kg masih dijual pada harga Rp 81.000. Sementara susu bendera kotak 1 kg malah diskon menjadi Rp 41.000. Di hipermarket Giant Pondok Gede, Susu ChilKid Platinum masih seharga Rp 123.000. Susu Enfakid A+ 400 gram dijual Rp 57.000.Warga memang umumnya membeli hingga susu dalam jumlah banyak karena sekaligus belanja awal bulan."Saya beli sekaligus 5 kaleng karena memang buat stok 1 bulan," ujar Isti, warga Jatiwarna yang ditemui di Carrefour, Taman Mini. (qom/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads