Rahmat Gobel: Mengkritik Bukan Berarti Minta Dilindungi

Rahmat Gobel: Mengkritik Bukan Berarti Minta Dilindungi

- detikFinance
Jumat, 06 Jul 2007 15:19 WIB
Jakarta - Kritikan pengusaha kepada pemerintah kerapkali dituding sebagai bentuk permintaan perlindungan. Pengusaha nasional Rahmat Gobel pun curhat tentang apa yang sebenarnya diinginkan para pengusaha."Kalau pengusaha memberikan masukan atau kritikan, pemerintah adalah mitra usaha kami. Pemerintah adalah orang tua pengusaha. Kalau kami minta insentif, bukan kami minta dibina atau dininabobokan atau minta dilindungi sebagai anak kecil," ujar Gobel.Wakil ketua Umum Kadin bidang industri, tehnologi dan kelautan itu menyampaikannya usai menggelar pertemuan dengan Menteri Perindustrian Fahmi Idris di Departemen perindustrian, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (6/7/2007).Menurut Gobel, pemerintah seharusnya melihat kritikan untuk penghapusan PPnBM sebagai insentif investasi dan jangan dilihat sebagai potential lost."Karena jika dilihat hanya potential lost. Kami ini bukan mitra yang baik karena hanya merugikan saja," curhat Ketua Umum Gabungan Elektronik ini.Gobel menjelaskan dengan penghapusan PPnBM, pemerintah tidak perlu takut kehilangan penerimaan. Karena pemerintah masih bisa mendapatkan penerimaan dari PPh dan PPN.Jika saja kritikan itu didengarkan oleh pemerintah, maka para pengusaha lokal akan berkomitmen untuk mempertahankan investasinya di Indonesia dan tidak akan hengkang. Mereka juga tidak akan meniru para investor asing yang dengan mudahnya hengkang jika muncul permasalahan."Kami sudah ada di sini, jadi akan tetap investasi di dalam negeri. Tidak mungkin kita lepas. Mudah-mudahan kami tidak seperti pengusaha asing yang mudah untuk keluar dari Indonesia. untuk itu perlu kemitraan yang kuat," curhatnya.Sementara Ketua Umum Gapmmi Thomas Darmawan mengatakan, meskipun ada perusahaan asal Inggris yakni PT. Cadburry yang cabut dari Indonesia, namun ada beberapa yang investor asing yang akan merealisasikan investasinya."Cargill dan Kraft asal Amerika mengajak saya bertemu untuk membicarakan investasi baru dan rencana perluasan investasi dis ektor makanan," kata Thomas."Sedangkan Metro Cash and Carry pusat perkulakan asal Jerman juga akan merealisasikan investasinya," tandasnya. (arn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads