Harga Gas Natuna Ditawarkan US$ 15-16/MMBTU
Selasa, 10 Jul 2007 17:13 WIB
Jakarta - Pemerintah menawarkan harga untuk gas Natuna D Alpha dengan harga US$ 15-16/mmbtu. Harga itu untuk gas Natuna yang kadar CO2 1 persen.Sementara bagi hasil pemerintah naik dari 0 persen seperti selama ini. Namun Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro tidak menyebutkan berapa kenaikan bagi hasil pemerintah untuk mencapai harga tersebut. Purnomo menjelaskan, awalnya gas natuna berharga US$ 9/mmbtu di well head (mulut tambang) dan US$ 11/mmbtu untuk landed price. Namun itu dengan kandungan CO2 70 persen dan bagi hasil pemerintah 0 persen. Jika kandungan CO2 di turunkan menjadi 1 persen dan bagi hasil pemerintah naik dari 0 persen, harga well head menjadi US$ 12-13/mmbtu. Perhitungan harga didapat dari harga well head (mulut tambang) sebesar US$ 9/mmbtu Dan dengan karakteristik kandungan CO2 yang diturunkan dari 70 persen jadi 6 persen. Harga akan menjadi lebih mahal jika gas dibawa ke Kalimantan dengan pipa sejauh 500 km. "Kalau dibawa 500 km ke Kalimantan Barat, itu jadi $15," ujarnya disela-sela rapat kerja dengan komisi VII DPR di gedung MPR, Jakarta, Selasa (10/7/2007). Gas dibawa ke Kalimantan untuk diubah menjadi LNG sehingga mencapai tingkat keekonomiannya. Dengan tingginya harga tersebut, kini pemerintah sedang melakukan market intellegence untuk mencari pasar mana yang bisa menyerap. "Sementara kita melakukan negosiasi, kita mencari market, kita melakukan market intelligence. Kira-kira market mana yang bisa meng-absorb, berapa dolar," tambahnya.
(lih/qom)











































