Otda Hambat Pelestarian Budaya
Rabu, 11 Jul 2007 17:26 WIB
Jakarta - Adanya otonomi daerah menghambat Departemen Budaya dan Pariwisata untuk ikut melestarikan peninggalan budaya di daerah seperti museum, candi, dll. Hal ini disampaikan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik dalam seminar di Pekan Produk Budaya Indonesia di JCC, Selasa (11/7/2007). Menurutnya, dengan otonomi daerah, maka pemeliharaan cagar budaya di daerah menjadi tanggung jawab kepala daerah. Sehingga anggaran Departemen ini berkurang karena dana untuk pemeliharaan cagar budaya di daerah tidak ada lagi. "Sekarang dengan otonomi daerah, anggaran Budpar jadi kecil. Tidak bisa lagi memberi bantuan dana ke daerah untuk bantu," ujarnya. Karenanya Jero menegaskan, Kepala Daerah harus berperan lebih aktif untuk mencari dana guna pelestarian cagar budaya tersebut. "Jangan kalau soal PAD saja yang semangat," ujarnya. Pemeliharaan cagar budaya diberikan pengelolaannya pada pemerintah daerah dengan alasan daerahlah yang paling mengerti seluk beluknya dan memiliki kepentingan. Jadi, selama ini, Jero mengaku hanya bisa memberi sedikit. Hanya sekedar memberi sumbangan seadanya saja secara pribadi. "Jadi kalau mau ngasih dukungan ya paling kecil-kecil saja, Rp 50 juta. Nggak bisa lebih," ujarnya.
(lih/qom)











































