IIMS 2007 vs Global Warming
Kamis, 19 Jul 2007 10:26 WIB
Jakarta - Penyelenggaraan pameran akbar otomotif Indonesian International Motor Show (IIMS) 2007 dipandang sebagai sebuah ironi oleh kalangan pemerhati lingkungan. IIMS tetap digelar ditengah komitmen pemerintah Indonesia terhadap isu pemanasan global."Penyelenggaraan IIMS di Jakarta ini merupakan sebuah ironi bagi komitmen pemerintah Indonesia terhadap isu pemanasan global," ujar Koordinator Pokja Kaukus Lingkungan Hidup Firdaus Cahyadi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/7/2007).Gelaran itu juga dinilai Firdaus memprihatinkan mengingat pada Desember mendatang, Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan internasional tentang perubahan iklim.Meski sudah mengambil tema 'Green-Better Living', namun Kaukus Lingkungan Hidup tetap menilai secara pesimistis. Hal ini dikarenakan sektor otomotif adalah sektor yang paling rakus dalam mengkonsumsi BBM, berdasarkan data dari Departemen ESDM.Sebagai contoh, pada sektor transportasi terjadi kenaikan konsumsi minyak bumi sekitar 22,6 persen antara tahun 1999 dan 2003, yang disebabkan oleh terjadinya lonjakan penjualan kendaraan bermotor di Indonesia. "Dari kondisi tersebut, mudahlah dipahami bahwa emisi kendaraan bermotor yang merupakan hasil pembakaran dari bahan bakar dalam mesin menyumbang secara signifikan terhadap meningkatnya Gas Rumah Kaca (GRK) sebagai penyebab pemanasan global," jelas Firdaus.Untuk itulah Kaukus Lingkungan Hidup Jakarta yang merupakan sebuah organisasi masyarakat yang concern terhadap isu lingkungan hidup mendesak Presiden Susilo Bambang Yudoyono untuk tidak membuka acara tersebut. "Bersama ini pula kami mengimbau kepada seluruh rakyat Indonesia khususnya warga Jakarta dan sekitarnya yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan hidup untuk tidak menghadiri IIMS tersebut," tandas Firdaus.
(qom/ir)











































