Daging Sapi AS Belum Bisa Masuk
Senin, 23 Jul 2007 14:41 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia masih belum mengimpor daging sapi dari Amerika Serikat (AS). Hal ini karena pihak AS belum mengirimkan permintaan impor daging sapi ke pemerintah Indonesia sebagai bagian dari mekanisme pembukaan kran impor dari suatu negara.Demikian disampaikan Dirjen Peternakan Departemen Pertanian (Deptan) Mathur Riady dalam konferensi pers di kantornya Gedung Departemen, Jalan Raya Ragunan, Jakarta, Senin (23/7/2007).Sehingga saat ini Indonesia baru mengimpor daging sapi dari tiga negara yakni Australia, Selandia Baru dan Kanada. Khusus Kanada, kran impor dari negara tersebut baru saja dibuka oleh pemerintah"Untuk Kanada volumenya masih kecil karena baru saja dibuka. Pertahunnya kita impor 50 ribu ton daging sapi," ujarnya.Menurut Mathur, setelah negara calon importir mengajukan permintaan untuk mengimpor, langkah selanjutnya adalah Deptan melakukan analisis risiko dan baru disetujui jika lulus analisis risiko. Pembukaan izin impor daging sapi juga terkait status bebas sapi gila negara asal impor.Mathur juga mengatakan pembukaan izin impor daging sapi lebih ketat dari impor tepung tulang dan tepung daging (MBM). Pemerintah Indonesia harus menelusuri cara pemotongan, sertifikasi halal, bagaimana perawatan sapi dan banyak persyaratan lain karena daging sapi yang diimpor untuk konsumsi manusia.Sementara untuk impor jeroan sapi, pemerintah Indonesia sudah membatasi izin impornya hanya untuk hati dan jantung. Hal ini tercantum dalam Permentan No 64 tahun 2006.Mathur juga mengatakan dari sisi pengusaha, importir akan berpikir ulang untuk mendiversifikasi impor daging sapi jika harga lebih mahal dari daging impor asal Australia.
(ard/ir)











































