Indonesia dan Korea Sepakati 9 Proyek Energi

Indonesia dan Korea Sepakati 9 Proyek Energi

- detikFinance
Selasa, 24 Jul 2007 18:13 WIB
Jakarta - Sebanyak 9 proyek energi kerjasama Indonesia dan Korea akan ditandatangani dalam kunjungan bilateral yang tengah dilakukan.Dari data yang diterima Selasa (24/7/2007) kesembilan proyek tersebut bernilai US$ 8,457 miliar.Proyek pertama adalah revamping kilang Dumai di Riau, Sumatera antaraPT Pertamina (Persero) dengan SK Corporation. Rencananya, kilang tersebut akan ditambah kapasitasnya dari 124 ribu barel per hari menjadi 200 ribu per hari. Investasi proyek tersebut mencapai US$ 150 juta dengan bentuk perjanjian Letter of Agreement (LoA).Proyek kedua, co-branding pelumas antara Pertamina dengan SK Energy. Bentuk kerjasamanya adalah Head of Agreement (HoA) dengan nilai investasi US$ 3 juta.Proyek ketiga adalah kerjasama di bidang eksplorasi dan produksi antara Pertamina, Korea National Oil Corporation (KNOC), SK Corporation. Lokasi kerjasama berada di Shiarak Area, Sumatera. Dengan bentuk kerjasama LoI, total investasi mencapai US$ 25 jutaProyek keempat, Pertamina dengan Korea Gas Corporation (Kogas) juga akan bekerjasama di sektor pengembangan gas. Bentuk kerjasamanya adalah LoI dengan nilai US$ 25 juta dan bisa dilakukan juga diluar Indonesia.Proyek kelima, MoA (Memorandum of Agreement) antara anak perusahaanPertamina, PT Pertagas dengan anak perusahaan LG Corporation, E1 untuk proyek pencairan gas alam (Natural Gas Liquification/NGL) di Sumatera selatan. Investasi yang akan dikeluarkan US$ 154,7 juta.Proyek keenam, PT Petras Indonesia bekerjasama dengan The Korean Consortium yang diwakili Innet Company Ltd untuk pengembangan industri energi di Tanjung Api-Api (Tanjung Api-Api Region Tge Energy Industry). Proyek senilai US$ 600 juta tersebut berlokasi di Sumatera Selatan dengan bentuk penandatanganan MoA. Proyek ketujuh, MoA direct coal liquifaction atau pencairan batubara langsung, antara PT Nuansa Cipta Coal Investment dengan Kenertec Co, Posco Engineer & Constraction Co Ltd, dan Samsung Securities Co Ltd di Kalimantan Timur. Investasi yang diteken mencapai USD5,5 miliar. Proyek kedelapan, pembangunan infrastruktur batubara berupa rel kereta api dan terminal di Kalimantan Timur. Dengan nilai investasi US$ 2 miliar, bentuk perjanjiannya adalah MoA.Terakhir, MoU antara PLN dengan Rajawali Koresia Konsorsium, Hanwha Engineering & Construction Co, dan Korea Estern Power Co Ltd untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di mulut tambang. Pembangkit yang akan dibangun di Sumatera Selatan dengan bentuk kerjasama MoU. Nilai investasi kerjasama ini tidak disebutkan.Sebelumnya, Menteri Energi Purnomo Yusgiantoro membenarkan nilai kerjasama tersebut. "Ada sekitar US$ 8,5 miliar yang akan ditandatangani," katanya. (lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads