Industri Besar Jauhi Formalin, Sebagian UKM Masih Pakai

Industri Besar Jauhi Formalin, Sebagian UKM Masih Pakai

- detikFinance
Kamis, 26 Jul 2007 10:43 WIB
Jakarta - Industri-industri besar kini sudah tak ada lagi yang menggunakan formalin. Sayangnya, masih ada industri kecil seperti street food yang menggunakannya.Badan POM menemukan 5% dari makanan yang dijual di pinggir-pinggir jalan seperti tahu, mie basah dan bakso masih ada yang menggunakan formalin. Meski sudah diatur secara ketat, Badan POM menduga penjualan formalin masih bisa bocor.Hal tersebut dikatakan Deputi III Badan POM Dedi Fardiaz disela-sela seminar Shell Cassida Food Grade Lubrication di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Kamis (26/7/2007)."Perusahaan besar kami temukan sudah tidak ada yang menggunakan formalin, namun masyarakat harus tetap waspada karena street food yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan kecil masih kita temukan penggunaan zat formalin," ujarnya.Dedi menyampaikan, makanan yang mengandung formalin umumnya memiliki bentuk yang lebih menarik. Misalnya, tahu yang lebih kenyal.Ia menyarankan agar masyarakat tak lupa menanyakan kepada pedagangnya jika menemukan bentuk makanan yang 'aneh'. Meski pedagang bisa saja ngeles, namun pertanyaan yang dilontarkan konsumen bisa menjadi shock therapy bagi pedagang yang bersangkutan.Tak Semua Makanan Cina BerbahayaDalam kesempatan itu, Dedi juga menyampaikan bahwa tidak semua makanan dari Cina mengandung bahan berbahaya seperti formalin. Menurutnya, temuan formalin dalam permen dan manisan curah Cina hanya ditemukan dari dua tempat yang diteliti Badan POM yakni Glodok dan Kelapa Gading.Dedi mengungkapkan, Badan POM memang telah melakukan penelitian atas 39 sampel permen dan manisan dari Cina. Hasilnya, 7 diantara sampel itu mengandung formalin. Kini Badan POM akan memperluas penelitiannya ke mal-mal lain, termasuk di daerah.Menurut Dedi, pengujian ini masih tahap awal dan akan dilakukan pengecekan lebih lanjut dan obyek pemeriksaan akan diperluas tak hanya permen dan manisan. "Makanan yang mengandung formalin di dua tempat itu kita segel, dan sekarang sedang memanggil importirnya untuk ditanya darimana pasokan makanannya," tandasnya. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads