Banyak Parpol Ganggu Sistem Ekonomi
Kamis, 26 Jul 2007 18:00 WIB
Jakarta - Banyaknya partai politik di Indonesia dinilai menganggu sistem ekonomi. Sistem demokrasi menurut pengusaha Sofyan Wanandi berjalan teralu jauh dan kecepatan."Kita punya demokrasi ini kejauhan dan kecepatan, sehingga kecepatan yang kita perlukan untuk birokrasi bergerak ini tertahan dengan dengan kepemimpinan yang kebijakan partai-partainya berbeda-beda. Sehingga ini memperlambat semua pembangunan ekonomi kita," paparnya usai diskusi 10 tahun krisis ekonomi di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (26/7/2007).Dia setuju dengan pendapat menteri senior Singapura Lee Kuan Yew tentang sistem multipartai RI yang memang mengganggu."Bagaimana nggak kalau sekarang presidennya diganggu sama DPR, kalau pemerintah pusat sekarang ini kepalanya Partai Demokrat, gubernurnya Partai Golkar, yang satu bupati PDIP. Tentu saja apa yang di atas itu belum tentu sampai ke bawah jalan betul," ujarnya.Hal yang berbeda terjadi Malaysia dan Singapura yang hanya ada satu partai besar yang kuasa."Jadi gampang sekali peraturan-peraturan itu jalan, kalau disini kan gak ada. Sudah di DPR nya gak gampang bikin UU, perda-perdanya juga sama saja. Jadi semua itu memperlambat kita punya pembangunan. Itu yang dia (Lee Kuan Yew) khawatirkan," ujarnya
(ddn/ir)











































