Aren Paling Potensial Untuk BBN

Ekspedisi BBN 2007

Aren Paling Potensial Untuk BBN

- detikFinance
Senin, 30 Jul 2007 12:35 WIB
Manado - Dari semua bahan baku Bahan Bakar Nabati (BBN), aren (Arenga Pinnata) merupakan yang paling potensial untuk dijadikan BBM alternatif itu. Produktivitasnya mengalahkan semua biomassa lainnya.Hal itu diungkapkan Direktur Teknologi Pengembangan Sumber Energi Nabati untuk Substitusi BBM Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Unggul Priyanto, dalam seminar di Hotel Gran Puri, Jl Sam Ratulangie, Manado, Senin (30/7/2007)."Aren itu bisa memproduksi bioethanol 40 ribu liter per hektar setiap tahun," ungkap Unggul yang juga Ketua Panitia Ekspedisi BBN 2007.Nira yang dihasilkan Aren mengalahkan jumlah bioethanol yang dihasilkan ubi, kentang, tetes tebu, jagung, sagu dan lain-lain. Bahkan jika dibandingkan dengan biomassa penghasil biodiesel untuk pengganti solar, aren tetap paling produktif."Kelapa sawit hanya bisa menghasilkan 4 ton biodiesel per hektar setiap tahun dan kelapa 2,5 ton," jelas Unggul lagi.Kelebihan lain dari aren yang merupakan tumbuhan endemik Asia Tenggara ini adalah kemampuannya menahan air. Aren merupakan tanaman hutan yang bisa untuk konservasi."Jadi budidaya aren ini akan melawan anggapan BBN akan memperluas perusakan hutan," kata Unggul.Untuk diketahui, bioethanol merupakan substitusi bensin (premium). Terdapat 3 jenis biomassa yang bisa diolah menjadi bioethanol, yakni bahan berpati, bahan bergula dan bahan berselulosa.Bahan berpati misalnya biji sorghum, sagu, ubi, singkong, garut dan umbi dahlia. Bahan bergula yakni nira aren, tetes tebu, nira nipah, sari buah mete dll. Bahan berselulosa adalah kayu, jerami, batang pisang, bagas dll."Bahan berpati dan bahan berselulosa memerlukan pengolahan terlebih dulu sebelum menjadi ethanol," jelas Unggul.Bahan berpati harus ditanak kemudian disakarifikasi. Bahan berselulosa harus diolah dulu untuk kemudian dilakukan sakarifikasi. Setelah itu, hasil sakarifikasi difermentasi dan dipisahkan residu untuk mendapatkan ethanol."Bioethanol inilah yang menjadi alternatif premium," tandas Unggul.Acara seminar ini merupakan kegiatan pertama dari rangkaian acara Ekspedisi BBN 2007 yang akan berlangsung di 8 kota di pulau Sulawesi dan Jawa. Tim ekspedisi akan mengendarai kendaraan menggunakan campuran BBN menjelajahi kota-kota itu. (aba/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads