YLKI Desak Pemerintah Segera Terbitkan SNI Mainan
Jumat, 03 Agu 2007 10:24 WIB
Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak pemerintah, dalam hal ini Departemen Perindustrian untuk segera menerbitkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk mainan. Sehingga produk mainan impor yang mengandung zat berbahaya tidak mudah melenggang masuk ke Indonesia.Demikian dikatakan pengurus YLKI Sudaryatmo saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Jumat (3/8/2007)."Problemnya, selama Indonesia tak punya standar mainan yang boleh masuk dengan kategori apa saja, sulit untuk menyeleksi mainan yang baik untuk kesehatan," ujar Sudaryatmo.Menurutnya, SNI harus dikeluarkan dalam waktu dekat sebelum mainan-mainan yang berbahaya itu memberi dampak yang luas pada anak-anak diIndonesia."Pemerintah harus tanggap dengan mensurvei ke lapangan, apabila terbukti membahayakan seharusnya pemerintah berani bertindak cepat menyetop impor tersebut," usulnya.Sudaryatmo menjelaskan, mainan yang masuk secara lagal ke Indonesia seharusnya diberi tulisan tentang kandungan bahan-bahannya. Tulisan itu sebaiknya disampaikan kedalam bahasa Indonesia agar mudah dipahami. Direktur Pengawasan Barang beredar Depdag Syahrul Sampurna Jaya sebelumnya mengungkapkan, SNI mainan saat ini belum ada sehingga menyulitkan pengawasan. Padahal dikabarkan saat ini 80% mainan dari Cina mengandung bahan-bahan berbahaya.
(arn/qom)











































