RI Harus Tegas Soal Produk Cina
Senin, 06 Agu 2007 09:43 WIB
Jakarta - Larangan impor yang diberlakukan oleh Cina atas sejumlah produk makanan dari Indonesia dinilai mengada-ada. Pasalnya, larangan impor Cina itu keluar setelah Indonesia juga mengeluarkan daftar tentang 39 makanan Cina yang mengandung formalin.Sejumlah kalangan menduga ada upaya Cina mengarahkan masalah ini ke 'perang dagang'. Bukan apa-apa, Cina kini sedang menghadapi berbagai tekanan setelah sejumlah produk ekspornya ditarik dari beberapa negara.Misalnya saja perusahaan mainan terkemuka AS, Mattel Inc yang pekan lalu mengumumkan penarikan atas produk mainan impornya dari Cina karena mengandung bahan berbahaya. Penarikan itu merupakan rangkaian dari insiden serupa.Sementara Indonesia juga menemukan adanya 39 makanan dari Cina yang mengandung formalin. Mayoritas mainan dari Cina pun diduga mengandung bahan berbahaya.Pengamat ekonomi dari Indef Iman Sugema menyarankan, pemerintah tetap harus tegas menghadapi berbagai macam produk Cina yang berbahaya itu. Jangan sampai adanya larangan impor dari Cina akan membuat pemerintah lembek menegakkan aturan tentang kandungan bahan berbahaya."Yang jadi concern kita adalah produk-produk Cina memang membahayakan, dan itu kan dilandasi oleh riset Badan POM, kita konsisten saja, jangan membahayakan. Mentang-mentang Cina negera besar, mereka bisa memainkan produk kita. Perdagangan itu harus fair, sehat. Kalau kita punya prinsip, ya ditegakkan saja. Jangan tiba-tiba jadi lembek," tegas Iman saat berbincang dengan detikFinance, Senin (6/8/2007). Mengenai larangan impor atas produk-produk makanan dari Indonesia, Iman menilai keputusan Cina itu tidak fair."Mungkin memang ada beberapa (yang mengandug zat berbahaya), tidak mungkin terbebas. Tapi nggak mungkin semuanya," cetusnya.Namun Iman menilai masalah larangan produk Indonesia dan Cina ini tidak akan berkepanjangan. Untuk itu, Iman menyarankan agar pemerintah terus melakukan berbagai lobi politik termasuk meminta penjelasan dari Cina soal larangan impor produk Indonesia itu. Indonesia pun harus menjelaskan soal keluarnya daftar makanan berbahaya dari Cina, sehingga tidak ada kesalahpahaman. "Harus pakai lobi politik, dijelaskan, faktanya seperti itu. Tidak ada maksud memblokir produk Cina," sarannya.
(qom/ir)











































