×
Ad

Zulhas Sebut Petani Kini Bisa Raup Rp 70 Juta per Hektare per Tahun

Retno Ayuningrum - detikFinance
Kamis, 16 Okt 2025 12:06 WIB
Foto: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas)/ Foto: Retno Ayuningrum/detikcom
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan petani kini bisa meraup penghasilan Rp 70 juta per hektar per tahun. Menurut Zulhas, hal ini tak lepas dari kebijakan harga gabah yang telah ditetapkan pemerintah.

Zulhas bercerita pada saat menempati posisi sebagai Menteri Perdagangan (Mendag), harga gabah saat itu setingginya di kisaran Rp 4.450/kg. Menurutnya, kondisi tersebut membuat petani tidak produktif bahkan merugi.

"Udah nggak mungkin petani bisa produktif, miskin iya. Yang akan terjadi, petani itu terpaksa, tanam padi itu terpaksa, karena nggak ada pilihan. Dan lama-kelamaan kena rugi-rugi, nggak mau menyekolahkan anaknya, lahannya hilang, dijual," ujar Zulhas dalam Agrifood Summit 2025 di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025).

Berangkat dari situ, Zulhas menerangkan pemerintah menetapkan harga gabah paling rendah Rp 6.500/kg. Hal ini ditetapkan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah.

Kondisi ini membuat petani sejahtera. Hal ini dapat dilihat dari nilai tukar petani yang naik pada tahun ini sebesar 124 dari tahun sebelumnya 101. Ia menyebut petani kini menghasilkan sekitar Rp 70 juta per hektar per tahun.

"Jadi 1 hektar, kalau dia 2 kali panen saja, maka petani bisa menghasilkan kira-kira Rp 70 juta rupiah, satu hektar, satu tahun. Dan begitu dia bisa menyekolahkan anaknya, dia bisa kreatif, dia bisa lebih produktif. Itulah petani-petani Thailand, petani-petani di Vietnam," terang Zulhas.

Menurut Zulhas, dengan pendapatan lebih, petani bisa semakin kreatif dan produktif, seperti memperbaiki lahan. Namun, apabila petani terjebak kemiskinan, akan bergantung harapan pada bantuan pemerintah.

"Nanti mengharapkan bantuan beras, bantuan pangan, bantuan tunai. Itu oke, saya setuju. Tapi kan lebih bagus pemberdayaan. Lebih bagus rakyat yang berdaya, yang kreatif, sehingga mereka bisa produktif," jelas Zulhas.

Tonton juga Video: Petani Lumajang Raup Ratusan Juta dari Budidaya Semangka Madrid




(rea/rrd)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Foto

detikNetwork