Pemerintah Anggarkan Rp 1,57 Triliun untuk Lapindo di 2008

Pemerintah Anggarkan Rp 1,57 Triliun untuk Lapindo di 2008

- detikFinance
Kamis, 16 Agu 2007 19:09 WIB
Jakarta - Nota keuangan APBN tahun 2008 menganggarkan dana Rp 1,57 triliun untuk penanganan dampak lumpur Lapindo.Dana tersebut terungkap dalam nota keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2008.Meskipun oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di dalam Pidato Kenegaraannya di depan Rapat Pripurna DPR RI pada hari ini (16/8/2007), tidak menyinggung mengenai penanggulangan bencana Lumpur Lapindo. Dalam nota keuangan tersebut, dikatakan bahwa untuk tahun 2007, melalui usulan APBN-P Tahun 2007, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 600 miliar untuk penanggulangan Lumpur Sidoarjo tersebut. Selain itu, di dalam nota keuangan itu juga disebutkan bahwa pada tahun 2008 dana yang diusulkan oleh pemerintah untuk penanggulangan lumpur tersebut adalah sebesar Rp 1,57 triliun. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2007 tentang Badan Penanggulan Lumpur Sidoarjo (BPLS), biaya-biaya sosial kemasyarakatan yang timbul di luar peta area terdampak tanggal 22 Maret 2007 dan biaya biaya penanganan masalah infrastruktur termasuk infrastruktur untuk penanganan luapan sumur di Sidoarjo akan menjadi beban APBN. Menteri PU Djoko Kirmanto dalam konferensi pers Nota Keuangan tersebut di Gedung Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta (16/8/2007) mengatakan, bahwa kegiatan yang akan dibiayai melalui APBN itu adalah pemindahan jalan raya arteri, perbaikan jalur kereta api dan perbaikan pipa air minum yang pecah akibat lumpur. "Selain itu kita juga akan membangun tanggul untuk penghalang lumpur itu harus kita pagari agar lumpur tidak meluas, dan kita harus membuat jalur membuang lumpur ke laut, sedangkan untuk jalan tol itu akan dikerjakan oleh Jasa Marga," jelasnya. Dalam kesempatan yang sama Menteri Perhubungan Jusman Syafei mengatakan bahwa Departemen Perhubungan secara total mendapatkan dana Rp 450 miliar. "Terdiri dari 2 tahap, untuk tahap pertama kita dapat Rp 200 miliar, dana tersebut untuk relokasi jalur kereta api yang terkena lumpur sepanjang 1 km, nah itu nanti direlokasi melingkar, jadi 18 km dari Sidoarjo ke Gunung Gangsir, dengan perubahan itu maka kereta api dapat melewati Lumpur Sidoarjo," paparnya. (dnl/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads