Kisruh Konversi Minyak Tanah Gagalkan Pengurangan Subsidi

Kisruh Konversi Minyak Tanah Gagalkan Pengurangan Subsidi

- detikFinance
Kamis, 23 Agu 2007 12:26 WIB
Jakarta - Target pengurangan subsidi pada APBNP 2007 dan RAPBN 2008 terancam gagal karena kisruhnya program konversi minyak tanah ke elpiji. Hal tersebut disampaikan Deputi Direktur Pemasaran Pertamina Hanung Budya dalam konferensi pers di kantor Pertamina Pusat, Jakarta, Kamis (23/8/2007). "Melihat kondisi di lapangan seperti ini, saya pastikan meleset. Akan lebih rendah dari target. Karena ada kegaduhan seperti ini," ujar Hanung. Meski demikian, ia mengaku belum bisa memperkirakan berapa tingkat kegagalan target tersebut. Seharusnya, hingga akhir tahun ini 321 ribu kilo liter minyak tanah bisa digantikan 181 ribu matrik ton elpiji. "Tapi sampai berjalan dua bulan (sekarang) hanya bisa menarik 32 ribu kilo liter minyak tanah. Artinya baru bisa 10%" tambahnya. Padahal, APBN 2008 sudah dirancang dengan memasukkan asumsi program konversi ini berhasil. "Jadi kalau program tidak jalan, APBN meleset. Namun kita berusaha kendalikan program tahun ini," katanya. Tidak hanya terhambat program konversi, pengurangan subsidi juga terganggu karena APBN hanya menghitung penggunaan rumah tangga dan usaha mikro. "Padahal, nelayan dan petani juga menggunakan untuk menggerakan motor perahu dan pengairan saat kekeringan seperti ini," tambahnya. Hanung menjelaskan, sebelumnya ditargetkan 80% minyak tanah yang digunakan rumah tangga dan usaha mikro bisa terkonversi pada 2011. (lih/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads