Pengusaha Manufaktur RI Diajak Masuk Pasar Thailand
Selasa, 28 Agu 2007 11:42 WIB
Jakarta -
Pengusaha manufaktur asal Indonesia yang memproduksi kabel, kawat dan pipa diundang untuk melakukan penetrasi pasar di Thailand. Karena Thailand dikenal memiliki berbagai proyek mega infrastruktur khususnya transportasi dan komunikasi. Hal ini dikatakan oleh Managing Director Messe Dusseldorf Pte Ltd Gernot Ringling dalam presentasi di acara Technical Seminar Wire and Tube Industri bekerja sama dengan Wire Southeast Asia di Hotel Borobudur, Jakarta, (28/8/2007)."Ini akan menjadi tiket masuk ke pasar wilayah tersebut, kami akan menyediakan akses bagi perusahaan mana saja yang ingin melakukan penetrasi di pasar thailand dan Indo china," ujar Gernot.Musse Dusseldorf Asia Pte Ltd adalah penyelenggaran pameran dagang internasional untuk Wire and Tube Southeast Asia 2007 yang akan diselenggarakan di BITEC, Bangkok pada tanggal 16 sampai 18 Oktober 2007. Pameran ini akan diikuti 350 peserta dari 30 negara yang memiliki basis manufaktur."para pengunjung asal Indonesia akan dapat mengoptimalkan berbagai kesempatan untuk memperluas jaringan dan membentuk kemitraan baru, guna menempatkan mereka sebagai para pemimpin pasar yang berbeda dari yang lain," kata Gernot.Gernot menambahkan, potensi perkembangan industri penunjang infrastruktur seperti kabel, kawat, pipa dan tubing di Indonesia masih akan sangat besar, seiring dengan tingginya permintaan dari proyek infrastruktur di Indonesia."Langkah pemerintah Indonesia untuk membuka proyek infrastruktur seperti pembangkit listrik, jalan, air minum, sanitasi dan perumahan kepada sektor swasta, seharusnya mampu meningkatkan permintaan akan kawat dan kawat, pipa dan tubing," ujar Gernot.
(dnl/arn)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































