DPR Setujui Asumsi Harga dan Produksi Minyak RAPBN 2008
Selasa, 28 Agu 2007 16:21 WIB
Jakarta - Komisi VII DPR RI menyetujui asumsi produksi minyak 2008 sebesar 1,034 juta barel per hari dan patokan harga minyak sebesar US$ 60 per barel. Sebelumnya komisi VII masih menilai asumsi harga minyak ini terlalu rendah dibanding harga minyak saat ini yang sekitar US$ 68-70 per barel. "US$ 60 ini realistis nggak? Jangan 3 bulan lagi kita diajak duduk bersama untuk meninjau ulang," kata anggota komisi VII dari FPKB Misbah Hidayat dalam rapat kerja di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2007). Namun setelah mendapat penjelasan dari Gurbenur OPEC untuk Indonesia Maizar Rahman, asumsi disepakati. "Jadi kita optimis US$ 60 per barel itu sesuai," katanya. Maizar menjelaskan, harga minyak yang tinggi belakangan ini merupakan pola rutin setiap tahun. Namun ia yakin tahun depan harga minyak akan turun. Faktor yang mempengaruhi adalah kenaikan permintaan minyak dunia dapat dipenuhi OPEC dan Non OPEC, kapasitas cadangan produksi OPEC cukup sebagai penyangga. Lalu kapasitas kilang dunia yang mencukupi dan produksi bensin di Amerika yang melebih permintaan karena telah melewati driving season, stok minyak diatas 5 tahun, dan sentimen pasar pada perdagangan berjangka yang cenderung turun. Hanya cuaca dan geopolitik yang memungkinkan harga minyak bergerak naik.
(lih/qom)











































