Pelabuhan Mobil Tanjung Priok Diresmikan September
Kamis, 30 Agu 2007 13:48 WIB
Jakarta - Pelabuhan khusus mobil di Tanjung Priok rencananya akan segera diresmikan pada September mendatang. Pelindo akan menjadi operator pelabuhan mobil itu.Demikian disampaikan oleh Dirjen Hubungan Laut Departemen Perhubungan H. Harijogi di sela-sela acara Sosialisasi Penerapan Sistem National Single Window (NSW) di Indonesia kepada para pelaku impor di Indonesia, di Gedung Danapala, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (30/8/2007)."Kalau car terminal itu tidak perlu crane, karena mobil cuma butuh roll on roll off, sudah selesai fisiknya, nanti peresmiannya dilakukan awal September. Kalau untuk urgent development yang seluruh barang diperkirakan 2009 sudah beroperasi," katanya. Mengenai anggaran pembuatan pelabuhan mobil tersebut, dia mengatakan mungkin sekitar Rp 200 miliar. "Tapi tanya Depkeu saja lah, dan nanti operatornya tetap Pelindo," tambahnya.Direktorat Jenderal Hubungan Laut Departemen Perhubungan siap untuk berperan serta dalam penerapan proyek percontohan National Single Window (NSW) di Pelabuhan Tanjung Priok pada bulan Desember 2007 ini. Pelabuhan ini dibangun untuk mengatasi kepadatan pelabuhan-pelabuhan. Pelabuhan ini memiliki luas 10 hektar dengan nilai investasi Rp 200 miliar.Sukseskan NSW di Tanjung PriokDalam kesempatan tersebut, Dephub juga menyatakan kesediaannya untuk menyukseskan program National Single Window (NSW) di Tanjung Priok. "Jadi untuk NSW di Tanjung Priok kita hanya portrainya saja, kalau untuk keseluruhannya ada di Bea Cukai karena lead-nya ada di Bea Cukai," ujarnya. Terkait kondisi akses jalan keluar masuk Pelabuhan Tanjung Priok yang sudah rusak seperti dikeluhkan asosiasi importir dan eksportir, Harijogi mengakui bahwa memang diperlukan adanya perbaikan jalan yang serius. "Kalau untuk fisik memang perlu perbaikan, seperti akses jalan yang hubungannya dengan JORR, kita kan perlu selesaikan International Security Port System Code karena ada dulu masuknya melalui lini 1, ini HES segera diselesaikan supaya dia tetap memenuhi ISPS, kemudian perumusan jalan kereta api yang dari Pasoso yang ke jalur laut," tuturnya. Untuk pintu keluar masuk barang di Tanjung Priok seharusnya dibuat dua arah supaya kecepatan arus barang tidak hanya terjadi dari darat ke pelabuhan saja, tapi dari pelabuhan ke darat juga sama. "Itu sangat mendesak karena urgent development dari Tanjung Priok kan sekarang sudah masuk," tambahnya.
(dnl/qom)











































