Riau Khawatirkan Kampanye Negatif Illegal Logging

Riau Khawatirkan Kampanye Negatif Illegal Logging

- detikFinance
Senin, 03 Sep 2007 12:52 WIB
Jakarta - Pemerintah provinsi Riau khawatir pemberantasan pembalakan kayu liar (illegal logging) akan dijadikan kampanye negatif bagi investor yang ingin berinvestasi di daerah itu.Silang pendapat antara polisi dan departemen kehutanan soal kasus pembalakan liar telah membuat investor takut masuk ke Riau, karena tidak ada jaminan kepastian berinvestasi.Demikian diungkapkan Gubernur Provinsi Riau Rusli Zainal dalam jumpa pers Riau Investment Summit 2007 (RIS) yang akan diselenggarakan di Pekanbaru 7-8 November 2007, di The Essence, Jalan Dharmawangsa, Jakarta, Senin (3/9/2007).Untuk itu, pemprov Riau minta ada kesamaan persepsi antara Polri dan Dephut demi menuntaskan masalah ini"Saya kira ini akan berdampak pada kampanye negatif terhadap investasi di Riau, masalah ini sudah ditangani pemerintah pusat antara Kapolri dan dephut, kita harapkan ada solusi terbaik untuk masalah ini," tutur Rusli. Dua perusahaan besar yang kini ikut terkena dampak penuntasan illegal logging adalah Riau Pulp and Paper (RPP) dan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk."Kasus ini ibarat menarik rambut di dalam tepung, sehingga rambutnya dapat ditarik (illegal logging) tapi tepungnya (investor) berantakan," kata Rusli.Koordinasi antar pihak terkait mendesak dilakukan agar iklim investasi lebih baik, disamping tetap menegakkan upaya hukum masalah illegal logging."Illegal logging itu terjadi dimana-mana, tapi kenapa melihat illegal logging Riau seperti mau kiamat," ujar Rusli.Menurutnya bila terjadi tabrakan peraturan illegal logging antara polisi dan dephut harusnya ada judicial review terhadap peraturan yang masih kontraproduktif untuk kepastian hukum."Sepanjang perusahaan melakukan sesuai peraturan yang ada harusnya tidak ada masalah," katanya.Dia mengkhawatirkan jika perusahaan RPP dan Indah Kiat ditutup akan meningkatkan pengangguran di Riau. "Karena banyak orang yang menggantungkan hidupnya dari dua perusahaan ini. Saya sangat prihatin kalau itu terjadi," tandas Rusli. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads