Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan pasokan pangan di daerah sekitar bencana banjir Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dalam keadaan aman. Namun, diakui masih terjadi kendala distribusi karena banyak infrastruktur atau akses jalan yang rusak akibat bencana banjir.
"Sumatera Utara juga menyampaikan pasokan ada. Cuman kalau yang mau masuk yang bantuan ini kan infrastrukturnya lagi bermasalah. Tapi yang di luar itu tidak ada masalah, pasokan juga ada semua" kata Budi ditemui usai melakukan Rapat Koordinasi Persiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru, di Kemendag, Jakarta Pusat, Senin (8/12/2025).
Pemerintah terus berupaya untuk mengatasi distribusi pangan ke lokasi bencana. Meski demikian, ia kembali menegaskan pasokan pangan di sekitar kawasan bencana banjir tersedia aman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi yang penting sekarang juga kan kalau itu kan fokus bantuan. Kalau yang di luar lokasi bencana tadi kan sudah disampaikan diantisipasi pasokan sebenarnya cukup nggak ada masalah," terangnya.
Selain distribusi pangan atau bantuan yang terkendala infrastruktur yang rusak akibat banjir, pasar di daerah terdampak bencana juga ada yang mengalami kerusakan. Budi menyebut untuk di Sumatera Utara saja sebanyak 41 pasar rusak.
"tadi kalau yang di Sumatera Utara tadi 41. Itu nanti kita belakangnya kita tentu perintahkan. Tapi kalau yang bencana fokusnya bantuan dulu sampai terjangkau ke lokasi," terangnya.
Sebelumnya, dikutip dari detiksumut, akibat bencana banjir yang memutus akses transportasi darat dari Sumatera Utara ke Aceh, sejumlah harga pangan mengalami kenaikan.
Beberapa warga di Banda Aceh dan Aceh Besar mengaku membeli telur pada Kamis (27/11) malam dengan harga berkisar Rp 65.000 hingga Rp 70.000 perpapan. Kemudian warga juga sulit menemukan telur ayam.
Selain telur, harga sejumlah sembako juga mengalami kenaikan. Seorang pembeli di Pasar Almahirah, Banda Aceh, Nurus mengaku kaget dengan harga cabai dan bawang.
"Cabai merah Rp 250.000/kilogram, bawang bombai Rp 40.000/kilogram dan bawang merah Rp 50.000ribu/kilogram," kata Nurus kepada wartawan.
Harga cabai merah melonjak drastis karena pedagang tidak mendapatkan pasokan dari Sumatera Utara maupun Aceh Tengah. Stok cabai di sejumlah pasar di Banda Aceh dan Aceh Besar juga mulai menipis.
Simak juga Video 'Kebijakan Ujian Sekolah di Daerah Bencana Sumatera Diserahkan ke Pemda':
(kil/kil)









































