Kisruh Program Konversi Penyumbang Terbesar Inflasi

Kisruh Program Konversi Penyumbang Terbesar Inflasi

- detikFinance
Senin, 03 Sep 2007 14:41 WIB
Jakarta - Kekisruhan program konversi minyak tanah ke elpiji menjadi penyumbang terbesar dari inflasi Agustus yang sebesar 0,75%. Penyumbang inflasi lainnya adalah kenaikan biaya pendidikan.Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penyumbang inflasi tertinggi pada bulan Agustus 2007 adalah kenaikan harga minyak tanah, sebesar 0,16% dari inflasi Agustus 2007 yang sebesar 0,75 persen. Dari persentase itu, Jakarta menyumbang kenaikkan harga minyak tanah paling tinggi yaitu 33 persen. Hal ini dikatakan oleh Kepala BPS Rusman Heriawan dalam jumpa pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (3/8/2007)."Program konversi yang dilakukan pemerintah menyebabkan suplai minyak tanah itu menjadi langka, sementara demand masih banyak. Sehingga terjadi kenaikan harga, dan pemerintah tidak siap menanggulangi hal ini," jelasnya.Selain minyak tanah, kenaikkan biaya pendidikan menyumbang 0,18 persen dari inflasi Agustus yang sebesar 0,75 persen. Untuk biaya SMA menyumbang 0,07 persen, SD 0,03 persen, SMP, 0,03 persen, Perguruan tinggi 0,03 persen dan TK 0,02.Untuk minyak goreng dikatakan Rusman turut menyumbang sebesar 0,07 persen pada inflasi bulan Agustus."Kenaikan harga telur ayam ras menyumbang 0,04 persen, beras walaupun kenaikkannya tidak besar tapi masih menyumbang 0,03 persen, ikan segar menyumbang 0,02 persen, susu bubuk 0,02 persen, lalu cabe rawit dan gula pasir masing-masing menyumbang 0,01 persen," tuturnya.Akan tetapi menurut Rusman, ada beberapa barang kebutuhan yang mengalami deflasi yaitu penurunan harga bawang merah yang menghambat inflasi sebesar 0,03 persen, lalu cabe merah juga mengalami deflasi sebesar 0,01 persen. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads