Fahmi Minta SBY Turun Tangan Atasi Kisruh Illegal Logging
Selasa, 04 Sep 2007 12:03 WIB
Jakarta - Kisruh illegal logging antara kepolisian dan departemen kehutanan (dephut) telah membuat industri pulp and paper terkena dampaknya.Untuk itu Menteri Perindustrian Fahmi Idris meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar turun tangan menyelesaikan kisruh dephut dan kepolisian yang telah mengganggu industri pulp and paper.Hal itu diungkapkan Fahmi, disela-sela acara pembukaan pameran mesin peralatan dan perlengkapan rumah tangga yang berlangsung 4-7 September 2007 di Plaza Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (4/9/2007).Pihak dephut dan kepolisian silang sengketa soal kriteria illegal logging.Perusahaan seperti Riau Pulp & Paper dan Indah Kiat Pulp & Paper pun terkena dampak dari pemberantasan illegal logging, bahkan terancam berhenti produksi karena tidak ada pasokan meskipun keduanya berproduksi legal."Semua sudut pandang menyatakan dirinya benar, Pak Kaban menyatakan apa yang dilakukan benar, tapi kalau masing-masing berdiri pada titik dimana masing-masing menyatakan kebenaran itu mutlak yang rugi adalah industri dan masyarakat," tutur Fahmi.Maka itu, kata Fahmi, dirinya mengusulkan secara tertulis dan lisan kepada presiden supaya memanggil pihak terkait seperti kepolisian, dephut, disperindag, BKPM dan Kadin."Untuk duduk bersama mengemukakan semua sudut pandang dihadapan presiden. Agar presiden melihat semua masalah ini. Jangan kita hanya dengar dan lihat dari berita saja, kalau begitu terus kan tidak selesai-selesai," jelasnya.Menurut Fahmi surat tertulis yang dikirimkan ke presiden sudah lama dilayangkan ketika kasus ini mencuat."Surat sudah lama diberikan secara tertulis barangkali beliau masih sibuklah," katanya.Fahmi mengatakan, saat ini Kadin sedang melakukan inventarisasi pemegang hutan tanaman industri. Tujuannya untuk mengetahui mana perusahaan yang dianggap illegal logging atau tidak.Fahmi mengatakan, depperin berkepentingan agar industri ini terus tumbuh karena menampung tenaga kerja yang jumlahnya luar biasa.
(ir/qom)











































