BI Cermati Inflasi Hari Raya
Kamis, 06 Sep 2007 17:41 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) terus mencermati pergerakan inflasi pada empat bulan kedepan hingga akhir tahun 2007. Khususnya memasuki hari raya lebaran, natal dan tahun baru agar target inflasi yang sebesar 6 plus minus 1 persen tercapai. Demikian dikatakan Direktur Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI Budi Mulya di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (6/9/2007). "Karena satu hingga dua bulan lagi ada puasa dan hari raya dalam musim itu, inflasinya biasanya menjadi lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya," kata Budi.Budi mengatakan faktor lain yang harus dipertimbangkan dalam menjaga level inflasi di 2007 adalah pengaruh dari subprime mortgage. Karena pengaruhnya sampai saat ini belum ada yang mengetahui penyebab dan dampak kenapa subprime mortgage ini terus bergulir."Ini yang kami cermati. Ini juga langkah BI dalam menyikapi pertemuan The Fed pada 18 September 2007. Yang jadi pertimbangan kami karena The Fed sudah melakukan penurunan discount window 50 basis poin," ujarnya.Budi menjelaskan, discount window adalah fasilitas yang diberikan bank sentral untuk membantu perbankan dalam penyediaan likuiditas. Sehingga apabila antar bank ada suatu kendala maka bisa datang ke bank sentral untuk memperoleh likuiditas dengan underline surat berharga.Menurutnya, satu hal yang sangat penting untuk menjaga inflasi adalah kerjasama antara BI dan pemerintah untuk terus menjaga faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi."Inflasi bisa dipengaruhi dari kelemahan mata uang itu tugas BI. Kalau dari pemerintah berkepentingan menjaga dari sisi supply, administer price dan volatile food yang harus dipertimbangkan," ujarnya.
(arn/ir)











































