Harga Sembako Naik Kok Dibilang Masih Wajar
Rabu, 12 Sep 2007 16:28 WIB
Jakarta - Saat harga sembako naik, pejabat pemerintah selalu mengatakan kenaikannya masih dalam taraf yang wajar. Padahal apapun bentuknya, kenaikan harga adalah tidak wajar.Ketua DPR Agung Laksono menyayangkan bila sampai ada pejabat pemerintah apalagi menteri yang menggunakan istilah bahwa kenaikan barang masih dalam taraf wajar. Menurutnya berapapun kenaikan barang terutama kebutuhan pokok seperti sembako, itu suatu yang tidak wajar. "Kenaikan barang itu seseuatu yang tidak wajar, sehingga jangan sampai ada yang mengatakan itu kalau memang ada kenaikan," kata Agung kepada wartawan di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/9/2007). Terhadap kenaikan harga sembako menjelang puasa ini, Agung meminta pemerintah segera melakukan operasi pasar terhadap kebutuhan pokok. Langkah cepat pemerintah ini untuk menghindari gejolak harga yang tidak terkendali di bulan puasa maupun menjelang lebaran dan tahun baru. "Pemerintah harus segera dilakukan operasi pasar, ini soal ketersediaan barang dimana permintaan meningkat pasti harga akan naik, satu-satunya cara ya diperbanyak stok barang," tegasnya.Agung juga menyayangkan adanya antrean barang di pelabuhan Merak. Menurutnya, masalah ini tidak bisa dibiarkan karena bila berlarut-larut berpotensi mengganggu perekonomian nasional. "Yang ada dalam antrian itu bukan hanya makanan yang tahan lama tetapi juga ada yang cepat busuk bahkan makhluk hidup sehingga bisa mengganggu distribusi bahkan ekonomi secara nasional," pungkasnya.
(yid/qom)











































