Diusir dari Venezuela, Exxon Ngadu ke Arbitrase

Diusir dari Venezuela, Exxon Ngadu ke Arbitrase

- detikFinance
Jumat, 14 Sep 2007 11:26 WIB
New York - Diusir secara semena-mena dari Venezuela membuat ExxonMobil kesal. Perusahaan minyak AS itu akhirnya mengadukan masalah pengusiran tersebut ke arbitrase internasional.ExxonMobil mengadu ke arbitrase internasional untuk mencari kompensasi yang layak, jika memang harus cabut dari Venezuela setelah ladang minyak Orinoco dinasionalisasi.Pada akhir Agustus lalu, Presiden Hugo Chavez meminta ExxonMobil dan ConocoPhillips untuk segera keluar dari negaranya. Keputusan itu diambil karena kedua perusahaan minyak itu menolak menyerahkan 60% saham di ladang minyaknya kepada BUMN Venezuela Petroleos de Vanezuela SA (PDVSA).Sesuai UU baru, Exxon dan Conoco harus menyerahkan paling tidak 60% sahamnya kepada PDVSA. UU itu dibuat oleh presiden Chavez dalam rangka melakukan nasionalisasi besar-besaran.Exxon dan Conoco secara tegas menolak permintaan pemerintahan Chavez untuk menyerahkan ladang-ladang minyaknya. Hal ini dikarenakan kompensasi yang diterima sangat tidak layak.Presiden Chavez sebelumnya berniat memberikan kompensasi kepada perusahaan multinasional berdasarkan harga buku aset sebelumnya, bukan pada harga terbaru di pasar minyak."Menyusul pengambilalihan aset-aset yang terafiliasi di Venezuela pada Juni, Exxon telah bekerja dengan pemerintah Venezuela untuk mencapai kesepakatan kompensasi berdasarkan nilai aset yang fair di pasar. Dan kami kecewa karena diskusi itu tidak sukses," ujar juru bicara ExxonMobil, Len D'Eramo seperti dikutip dari AFP, Jumat (14/9/2007).Gagal mencapai kesepakatan soal kompensasi, Exxon pun akhirnya mendaftarkan gugatan ke arbitrase melalui International Center for Settlement of Investment Disputes (ICSID) pada 6 September.ICSID merupakan badan terpisah dari Bank Dunia, yang biasanya bertugas untuk menyelesaikan perselisihan antara pemerintah dan investor swasta.Pemerintah Indonesia juga tercatat pernah jadi 'pasien' ICSID karena bersengketa dengan Cemex. Namun persengketaan itu batal karena RI dan Cemex berdamai. (qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads