Geopolitik Memanas Ancam Ekspor, Asuransi dan Penjaminan Jadi Kunci

Geopolitik Memanas Ancam Ekspor, Asuransi dan Penjaminan Jadi Kunci

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 12 Jan 2026 12:07 WIB
Geopolitik Memanas Ancam Ekspor, Asuransi dan Penjaminan Jadi Kunci
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Negara berkembang akan menjadi sumber pertumbuhan baru di tengah dinamika tantangan perdagangan internasional. Setidaknya, terdapat beberapa tantangan utama yang dihadapi perdagangan modern, seperti ketidakpastian geopolitik hingga perubahan kebijakan dagang di sejumlah negara.

Di tengah tantangan ini, produk penjaminan (guarantee) maupun asuransi (insurance) ekspor dinilai menjadi alternatif instrumen mitigasi risiko yang krusial untuk pertumbuhan, ekspansi pasar, dan ketahanan bisnis. Pemilihan instrumen mitigasi risiko menjadi langkah penting untuk mendukung perluasan pasar eksportir dan akses pembiayaan perbankan.

"Penjaminan dan asuransi memungkinkan pelaku usaha memasuki pasar baru, mengikuti tender internasional, dan mengurangi risiko pembayaran," ujar Chairman ICC Banking Commission Indonesia Herry Hykmanto dalam keterangan tertulis, Senin (12/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, perdagangan global juga mengalami pergeseran metode pembayaran dari yang sebelumnya didominasi oleh Letter of Credit (LC) menjadi non-LC. Executive Vice President Indonesia Eximbank, Suharyanto, menjelaskan hal ini disebabkan oleh perkembangan pesat teknologi digital.

ADVERTISEMENT

"Saat ini perdagangan internasional juga tengah masuk ke dalam era digitalisasi, dimana cara penagihan secara konvensional (fisik) melalui kurir, mulai ditinggalkan dan diganti dengan penagihan secara digital. Eksportir dan importir dapat bersepakat agar proses penagihan dilakukan melalui daring dengan mengunggah dokumen-dokumen antara lain dokumen pengapalan dan tagihan (invoice), melakukan approval hingga memantau payment schedule. Dengan demikian arus transaksi akan semakin efisien, cepat, dan aman," kata Suharyanto.

Ia menekankan agar pelaku usaha dapat beradaptasi dengan lanskap global yang terus berubah. Suharyanto menyebut, perlu adanya penguatan perlindungan bagi eksportir dari risiko gagal bayar buyer akibat komersial maupun politik. Indonesia Eximbank sendiri telah menghadirkan produk asuransi ekspor seperti Trade Credit Insurance (TCI) dengan indemnity hingga 90% dan Marine Cargo Insurance untuk risiko kerusakan atau kehilangan barang saat pengiriman.

Indonesia Eximbank juga menawarkan produk Penjaminan Kredit kepada perbankan yang memberikan manfaat signifikan bagi perbankan. Indonesia Eximbank dapat menerbitkan Penjaminan Kredit dengan benefit perhitungan ATMR (Risk Weighted Asset) 0-20%, sehingga dapat memberikan alternatif solusi kepada perbankan dalam meningkatkan kapasitas pembiayaan.

Melalui produk Penjaminan Kredit berfitur khusus sesuai ketentuan regulator, bank juga memperoleh pembebasan dari perhitungan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK), yang memberi ruang lebih besar kepada perbankan untuk ekspansi kredit yang sehat. Selain melalui produk Penjaminan Kredit, Indonesia Eximbank juga dapat mendukung eksportir dengan produk Guarantee yang umum digunakan dalam perdagangan domestik dalam rangka ekspor maupun perdagangan internasional antara lain URDG, ISP98, UCP600, KUHPerdata ataupun hukum negara yang disepakati para pihak.

"Kombinasi produk dalam struktur fasilitas yang solutif menjadikan penjaminan Indonesia Eximbank sebagai salah satu instrumen strategis untuk memperkuat daya saing perbankan dalam mendukung pembiayaan ekspor," pungkasnya.

Tonton juga video "Usulan Presiden Korsel Agar Perawatan Rambut Ditanggung Asuransi"

(ahi/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads