Trump hingga Prabowo Bakal Hadir di WEF Davos, Xi Jinping Absen

Trump hingga Prabowo Bakal Hadir di WEF Davos, Xi Jinping Absen

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 21 Jan 2026 08:45 WIB
Trump hingga Prabowo Bakal Hadir di WEF Davos, Xi Jinping Absen
World Economic Forum/Foto: DW (News)
Jakarta -

Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, CEO Nvidia Jensen Huang, hingga CEO JP Morgan Jamie Dimon serta para pemimpin politik, bos perusahaan ternama global, dan pelopor teknologi dijadwalkan hadir di Davos, Swiss untuk pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF).

WEF menyatakan lebih dari 3.000 delegasi dari 130 negara lebih akan hadir tahun ini, termasuk di antaranya 64 kepala negara dan pemerintahan, khususnya dari negara-negara berkembang. Kemudian daftar itu juga mencakup 400 pemimpin politik, 850 bos perusahaan terkemuka, dan 100 pelopor teknologi.

Meski begitu, ada beberapa nama besar di antara mereka sebelumnya direncanakan untuk hadir namun batal karena berbagai alasan, misalnya Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang dijadwalkan hadir, namun pada Selasa (20/1) kemarin dikonfirmasi bahwa ia tidak akan datang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden China Xi Jinping juga dikonfirmasi tidak ada dalam daftar peserta WEF, begitu pula para pemimpin dari Brasil dan India. Sementara nama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan pemimpin Italia Giorgia Meloni belum masuk dalam daftar peserta meski sebelumnya kedua sosok ini dilaporkan akan hadir.

Lebih lanjut, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi juga tidak disebutkan dalam daftar peserta WEF, namun besar kemungkinan ia akan tetap berada di negaranya mengingat Negeri Sakura akan mengadakan pemilihan umum sela pada tanggal 8 Februari. Namun yang menjadi sorotan, perwakilan dari Greenland dikonfirmasi juga tak hadir seiring memanasnya perselisihan negara semi-otonom di bawah Kerajaan Denmark itu dengan AS.

ADVERTISEMENT

"Perwakilan pemerintah Denmark diundang dan memutuskan untuk tidak hadir," kata juru bicara WEF seperti dikutip dari CNBC, Rabu (21/1/2026).

Keputusan Greenland untuk tidak hadir ini menggarisbawahi betapa tegangnya tensi dalam pertemuan tahunan para elite global tersebut kali ini. Terutama setelah Trump mengumumkan tarif baru terhadap negara-negara Eropa yang menentang upayanya untuk mencaplok Greenland.

"Keputusan mengenai kehadiran adalah urusan pemerintah yang bersangkutan. Kami dapat mengkonfirmasi bahwa pemerintah Denmark tidak akan diwakili di Davos minggu ini," jelas juru bicara WEF dalam sebuah pernyataannya lagi.

WEF Davos

Untuk diketahui, WEF di Davos berlangsung dari Senin malam hingga Jumat pagi. Tema tahun ini adalah 'Semangat dialog' dengan agenda yang berfokus pada lima bidang, yaitu lingkungan geopolitik, AI, iklim dan alam, sumber pertumbuhan ekonomi baru, hingga 'kesiapan manusia'. Namun menurut Eric Kutcher selaku mitra senior di McKinsey & Company, yang kali ini menjadi mitra strategis WEF, perhatian utama lebih tertuju pada siapa yang akan hadir di Davos daripada topik-topik pembahasan. Sebab sosok-sosok inilah yang membawa 'topik sesungguhnya' dalam pertemuan itu.

"Ini akan berfokus pada siapa yang ada di sana. Jauh lebih penting daripada apa yang Anda lihat dalam topik-topik yang dibahas," kata Kutcher.

Delegasi Trump dijadwalkan akan mencakup Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Keuangan Scott Bessent, ditambah utusan khusus Timur Tengah Steve Witkoff dan penasihat Jared Kushner.

Bersama Huang dari Nvidia, CEO Microsoft Satya Nadella, CEO Anthropic Dario Amodei, dan CEO DeepMind Demis Hassabis juga termasuk dalam daftar peserta WEF. Lalu ada Sarah Friar selaku kepala keuangan OpenAI turut berpartisipasi.

Topik-topik utama yang dapat disampaikan para sosok ini meliputi langkah-langkah AS yang ingin mencaplok Greenland, gejolak politik di Venezuela, dan ancaman Trump untuk menggunakan kekuatan terhadap Iran.

Investor juga akan memperhatikan pengumuman dari perusahaan AI, pembaruan bank sentral, dan berita tentang perusahaan yang melakukan diversifikasi dari AS.

"Meskipun beberapa politisi ternama tidak hadir, beberapa pemimpin yang akan datang seperti Javier Milei dari Argentina dan Prabowo Subianto dari Indonesia bukanlah tokoh sembarangan," menurut Jan Aart Scholte selaku profesor transformasi global dan tantangan tata kelola di Universitas Leiden di Belanda.

Lihat juga Video 'Sentilan Bagi Pemimpin Dunia di WEF Lewat 'Musik untuk Gletser'':

Halaman 2 dari 2
(igo/ara)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads