Alasan Prabowo Bolehkan Orang Asing Jadi Petinggi BUMN

Alasan Prabowo Bolehkan Orang Asing Jadi Petinggi BUMN

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Sabtu, 24 Jan 2026 05:55 WIB
Alasan Prabowo Bolehkan Orang Asing Jadi Petinggi BUMN
Presiden Prabowo Subianto/Foto: (Muchlis Jr-Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto memamerkan sederet gebrakan yang dilakukan pemerintahannya usai meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), khususnya dalam pengelolaan BUMN.

Ia ingin Danantara bisa dikelola sesuai dengan standar internasional. Oleh karena itu, Danantara diizinkan merekrut ekspatriat atau Warga Negara Asing (WNA) untuk memimpin lembaga tersebut ataupun BUMN yang berada di bawah kelolaannya.

"Kita ingin manajemen yang sesuai dengan standar internasional. Saya mengizinkan Danantara merekrut ekspatriat, warga negara asing untuk bergabung ke Danantara. Kita ingin pemikir terbaik ada di Danantara," sebut Prabowo dalam pidatonya pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026) malam kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam catatan detikcom, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, sebagai BUMN sudah memulai pengangkatan direksi WNA. Keduanya yakni Balagopal Kunduvara yang menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko serta Neil Raymond Mills yang menjabat Direktur Transformasi.

Di sisi lain dalam jajaran pejabat tinggi Danantara sederet orang asing sudah bertengger menempati jabatan penting, misalnya di jajaran Dewan Penasihat, ada investor kawakan AS Ray Dalio dan F. Chapman Taylor, ekonom AS Jeffrey Sachs, dan juga eks PM Thailand Thaksin Shinawatra. Kemudian ada Managing Director Risk and Sustainibility Danantara Lieng-Seng Wee dan juga Komite Investasi dan Portofolio Yup Kim.

Rencana Pangkas BUMN

Prabowo juga menugaskan Danantara untuk memangkas jumlah BUMN. Danantara mengelola 1.044 BUMN, namun jumlahnya akan dipangkas jadi 300-an saja dengan alasan efisiensi.

"Dan kita berusaha mencari eksekutif terbaik untuk memimpin Danantara. Saat ini Danantara mengelola 1.044 BUMN, dan kita akan terus pangkas menjadi hanya 300-an. Kita akan melakukan rasionalisasi, kita akan hilangkan inefisiensi," tutur Prabowo.

Prabowo memaparkan kehadiran Danantara berperan sebagai energi untuk masa depan Indonesia. Terlebih, Danantara kini mengelola aset hingga US$ 1 triliun.

"Danantara adalah sovereign wealth fund dengan pengelolaan aset mencapai US$ 1 triliun. Dengan Danantara, saya dapat berdiri di sini, di hadapan kalian sebagai mitra yang sejajar," ujar Prabowo.

Prabowo juga mempromosikan bahwa Danantara terbuka untuk bermitra dengan investor-investor global. Danantara hadir untuk membiayai industri masa depan, sejalan dengan ambisi Indonesia menjalankan industrialisasi.

Halaman 2 dari 2
(hal/ara)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads