BUMN Jangan Terus Dijadikan Penambal Defisit APBN
Kamis, 20 Sep 2007 15:20 WIB
Jakarta - BUMN jangan terus dijadikan sumber penutup defisit APBN oleh pemerintah, karena dengan begitu sangat sulit untuk BUMN untuk berkembang. Hal ini dikatakan oleh Sekretaris Kementerian Negara BUMN Said Didu ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (20/9/2007). "Jadi jangan selalu yang diambil oleh pemerintah adalah dividen (BUMN), jadi jangan terlalu gampang sedikit-sedikit mengambil dari BUMN, yang lainkan tidak disuruh kerja, kalau ada kekurangan dana BUMN lagi, jadi kapan BUMN lagi jadi besar," tanya Said.Said berharap masalah defisit APBN jangan selalu mengandalkan privatisasi. "Kalau kekurangan (uang) deviden dinaikkan, jangan terlalu mudah karena itukan dipakai untuk berusaha oleh pemerintah, sedikit-sedikit kan ke sana kenapa yang lain tidak digenjot," tandasnya. Said mengatakan bahwa untuk menutupi defisit anggaran APBN harus dilihat dulu mengenai realisasi penyerapan anggaran belanjanya, agar setoran BUMN tidak sia-sia dan dapat digunakan dengan optimal oleh negara. "Iya jadi kita lihat dulu, sebenarnya kita berusaha terus untuk mencari alternatif untuk memenuhi semua setoran, kan dividen sudah kita naikkan Rp 2,5 triliun dari target," ujarnya.Didu menilai, penggunaan dana dividen harus dilihat realisasinya. "Kalau itu umpamanya tidak dipakai, buat apa menjual harta padahal untuk disimpan di bawah kasur," jelasnya.
(dnl/ir)











































