Minta Jaminan Dana Proyek, PLN Desak Perubahan APBN 2008
Kamis, 20 Sep 2007 19:02 WIB
Jakarta - Meski subsidi listrik 2008 belum disepakati secara formal, PLN sudah mendesak pemerintah untuk menggelar perubahan APBN 2008 pada Juni 2008. Dirut PLN Eddie Widiono menegaskannya dalam rapat kerja dengan komisi VII di gedung MPR DPR, Jakarta, Kamis (20/9/2007). APBNP dibutuhkan bagi PLN demi mendapat kepastian pendanaan untuk mengerjakan proyek-proyeknya. "Kalau pengadaan proyeknya harus cepat, ya harusnya kepastian dananya dari sekarang. Kalau baru bisa ketika APBNP, bisa jadi proyeknya baru bisa awal tahun selanjutnya," katanya. Selain itu, penting bagi PLN untuk mendapatkankan fleksibilitas mengenai parameter asumsinya. Karena asumsi tersebut akan mempengaruhi subsidi pemerintah yang diberikan ke PLN. Eddie menjelaskan, setiap kenaikan susut jaringan sebesar satu persen maka akan menambah subsidi sebesar Rp 3 triliun. Selain itu setiap kenaikan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) naik US$ 1, akan menambah subsidi Rp 700 miliar. Dan setiap kenaikan alpha BBM sebesar satu persen maka subsidi akan naik sebanyak Rp 700 miliar. Sedangkan setiap pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar naik Rp 1.00 maka subsidi naik Rp 700 miliar. "Namun, kami paling takutkan adalah kenaikan harga BBM," katanya.
(lih/ir)











































