Pertamina Cuma Sanggup Pasok BBM Murah PLN di Satu Tempat
Jumat, 21 Sep 2007 18:33 WIB
Jakarta - Pertamina menyatakan hanya mampu memasok BBM murah untuk PLN dengan harga MOPS+5% untuk satu wilayah saja, misalkan Jakarta. Deputi Direktur Pemasaran Pertamina Hanung Budya menyatakannya di kantor Pertamina Pusat, Jakarta, Jumat (21/9/2007). "Tapi terus terang lima persen itu kita hanya bisa memasok di Jakarta, katakan misalnya PLN dipasok untuk Muaratawar, for sure kita bisa," katanya. Sedangkan untuk wilayah lainnya, terutama daerah terpencil, Pertamina mengaku angkat tangan kalau harus dengan harga MOPS+5%. Selama ini Pertamina memberi harga BBM ke PLN MOPS+9,5%. Hanung menyatakan, kalau tetap harus memasok dengan MOPS+5%, maka Pertamina hanya akan memasok di satu titik. Sisanya, PLN harus mengangkut sendiri ke titik kebutuhannya di Indonesia. Menurutnya, dalam memberikan harga selama ini Pertamina memperhitungkan pelayanan ke seluruh Indonesia. Tapi kalau hanya memasok satu titik, jangankan 5%, 4% pun Pertamina mengaku sanggup. "Kalau hanya PLN di Batam, lima persen saya kira bisa, kalau begitu, empat persen pun saya sanggup, dengan catatan, saya kirim di Batam, seluruh produk di sana, lalu PLN yang kirim ke seluruh pembangkitnya di indonesia," katanya. Sedangkan perusahaan pemasok lainnya dianggap belum berpengalaman dalam menjangkau wilayah-wilayah terpencil. Apalagi menangani kebutuhan PLN yang sering mendadak karena pasokan gas yang ngadat. "Mereka tidak bicara tentang suplai di seluruh Indonesia, sementara kami bicara tentang suplai di seluruh indonesia, kami bicara emergeny requirement, katakan satu unit PLN putus sistem gasnya, kita diminta untuk suplai dalam dua hari, misalnya, ini kan tidak pernah dihitung berapa cost-nya," katanya. Apalagi, tak ada perusahaan yang terbiasa diutangi PLN, tapi tetap harus memasok. Jadi kalau PLN akan mencari pemasok lain, hutangnya ke Pertamina harus dilunasi dulu. "Kan masih ada tunggakan utang, jadi kalau bisa dianalogikan, kami adalah senior kreditor bagi PLN, kalau dia mau cari tempat lain, bayar dulu utangnya, jangan main pergi ke tempat lain," katanya. Hutang PLN ke Pertamina saat ini mencapai Rp 22 triliun. Dengan kebutuhan per bulan PLN sekitar Rp 4 triliun.
(lih/ir)











































