Menu MBG Saat Puasa: Kurma, Telur Rebus, Susu, hingga Abon

Menu MBG Saat Puasa: Kurma, Telur Rebus, Susu, hingga Abon

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 29 Jan 2026 14:13 WIB
Menu MBG Saat Puasa: Kurma, Telur Rebus, Susu, hingga Abon
Foto: Ilustrasi Makan Siang Gratis (Antara Foto/Andry Denisah)
Jakarta -

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama Ramadan, namun menu yang diberikan akan disesuaikan bagi penerima yang menjalankan ibadah puasa.

Dadan menuturkan untuk penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa, menu makanan basah akan diganti menjadi makanan kering. Penyesuaian menu ini dimaksudkan agar makanan yang diberikan tidak basi jika disantap saat berbuka puasa.

"Contoh untuk puasa nih, kurma, telur rebus atau telur asin atau telur pindang, buah, susu, abon," kata Dadan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain jenis makanan yang diberikan, Dadan mengatakan waktu pemberian MBG juga akan disesuaikan. Dalam hal ini, penerima manfaat akan menerima menu saat pulang sekolah.

"Untuk anak sekolah, di daerah yang mayoritas puasa itu akan dibagikan di siang hari pada saat anak sekolah untuk dibawa pulang, untuk menjadi menu pada saat buka," terangnya.

ADVERTISEMENT

Sementara bagi penerima manfaat yang tinggal di pondok pesantren, mereka akan mendapat menu makan normal, namu waktu pembagian menjadi sore hari jelang buka puasa. Kemudian untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, dan mereka yang tidak puasa akan mendapat MBG dengan menu dan waktu normal.

"Untuk SPPG yang ada di pesantren, karena penerima manfaatnya lokal nanti pelayanannya geser ke sore hari dengan makanan normal," tutur Dadan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas mengatakan saat ini jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di seluruh wilayah Indonesia sudah mencapai 22.091 unit dengan jumlah penerima manfaat capai lebih dari 60 juta orang.

"Penerima manfaat sudah Lebih dari 60 juta lebih sedikit. Jadi sudah tebus 60 juta ya," ucapnya dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2026).

Lebih lanjut, Zulhas mengatakan ke depan pemerintah akan mengevaluasi kinerja MBG dari pertumbuhan fisik penerima manfaat, dan proses ini akan terus berlanjut selama program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini dilakukan.

"Nanti setelah satu tahun makan bergizi kita ukur ya, kita ukur kalau sebelum makan bergizi bagaimana fisiknya, pertumbuhan termasuk tentu pertumbuhan otak gitu. Nanti setelah satu tahun bagaimana, dua tahun bagaimana, tiga tahun seperti apa, empat tahun seperti apa dan seterusnya dan seterusnya," jelasnya.
Baru

Lihat juga Video 'Keracunan MBG Terjadi Lagi, Ratusan Siswa di Grobogan':

(igo/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads