Proyek Hilirisasi Ayam-Garam Dikebut, Segini Produksinya

Proyek Hilirisasi Ayam-Garam Dikebut, Segini Produksinya

Retno Ayuningrum - detikFinance
Minggu, 08 Feb 2026 09:15 WIB
Proyek Hilirisasi Ayam-Garam Dikebut, Segini Produksinya
Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Jakarta -

BPI Danantara Indonesia (Danantara) telah meresmikan pembangunan (groundbreaking) enam proyek hilirisasi fase I di 13 lokasi pada sembilan provinsi di Indonesia. Adapun total nilai investasi proyek tersebut sekitar US$ 7 miliar.

Proyek hilirisasi itu di antaranya ialah proyek di sektor pangan pada pengembangan peternakan unggas terintegrasi dan industri garam yang dijalankan ID FOOD.

Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo mengatakan keterlibatan ID FOOD dalam proyek hilirisasi fase I ini merupakan wujud komitmen holding pangan nasional dalam menjaga ketahanan pangan melalui pengembangan industri berbasis nilai tambah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Proyek-proyek ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kinerja usaha, tetapi juga untuk menjawab kebutuhan strategis negara terkait ketersediaan pangan, stabilitas pasokan, dan keterjangkauan harga. Hilirisasi menjadi instrumen penting untuk memperkuat kemandirian pangan nasional," ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Minggu (8/2/2026).

Salah satu proyek yang diresmikan adalah Pembangunan Kandang dan Hatchery Grand Parent Stock (GPS) yang dikembangkan oleh anak perusahaan ID FOOD, PT Berdikari, berlokasi di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

Fasilitas ini dibangun di atas lahan seluas 5,6 hektare dengan kapasitas 18.000 ekor GPS, yang secara proyeksi mampu menghasilkan sekitar 900 ribu ekor DOC Parent Stock (PS) broiler dan 130 juta doc Finasl Stock (FS).

Direktur Utama PT Berdikari Maryadi menjelaskan, pembangunan fasilitas GPS ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat basis hulu industri perunggasan nasional.

Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat mendorong pemerataan produksi ayam pedaging ke luar Pulau Jawa serta mengurangi ketergantungan terhadap impor bibit unggas.

"Dengan kapasitas yang dibangun, fasilitas ini diproyeksikan mampu menghasilkan daging ayam karkas hingga sekitar 169 juta kilogram, sehingga dapat berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan protein nasional, termasuk untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis," jelasnya.

Di sektor garam, ID FOOD melalui PT Garam melaksanakan groundbreaking tiga proyek hilirisasi fase I sebagai bagian dari transformasi industri garam nasional. Ketiga proyek tersebut meliputi pembangunan Pabrik Garam Industri berteknologi Mechanical Vapor Recompression (MVR) di Manyar, Kabupaten Gresik.

Lalu, pembangunan Pabrik Garam Olahan Segoromadu 2 di Kabupaten Gresik serta pembangunan Pabrik Garam Industri berteknologi MVR di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, melalui kerja sama dengan PT SCC Chemical Engineering Indonesia.

Direktur Utama PT Garam Abraham Mose menyampaikan, proyek-proyek tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi garam industri dan garam olahan dalam negeri. Dengan total kapasitas produksi mencapai sekitar 380.000 ton per tahun, fasilitas ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan industri pangan dan aneka industri lainnya, sekaligus memperkuat hilirisasi dan rantai nilai industri garam nasional.

"Pengembangan ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan impor garam industri, mengoptimalkan utilisasi produksi nasional, serta memberikan dampak ekonomi positif bagi wilayah sekitar melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekosistem industri lokal," ujarnya.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads