Eropa Tuding AS Sebabkan Airbus Rugi US$ 27 Miliar

Eropa Tuding AS Sebabkan Airbus Rugi US$ 27 Miliar

- detikFinance
Kamis, 27 Sep 2007 08:23 WIB
Jenewa - Uni Eropa menuduh Amerika Serikat (AS) memberikan subsidi kepada Boeing sehingga memperlemah kondisi Airbus dan menyebabkan kerugian hingga US$ 27 miliar. Tudingan tersebut disampaikan dalam dengar pendapat pertama di World Trade Organisation (WTO), seperti dilansir dari AFP, Kamis (27/9/2007). Uni Eropa sebelumnya mengadukan masalah subsidi AS kepada Boeing kepada WTO. Subsidi itu dinilai telah mengurangi daya saing Airbus."Kami akan memberikan fakta-fakta untuk menunjukkan subsidi demi subsidi, tentang bagaimana subsidi AS telah menguntungkan Boeing dan melukai kepentingan Airbus," ujar Geoff Shuman, Direktur hubungan Eropa Airbus. Seorang pejabat Uni Eropa yang menolak menyebutkan namanya mengatakan, subsidi AS diberikan selama tahun 2004-2006 sehingga menimbulkan kerugian pada Airbus selama US$ 27 miliar. Subsidi itu juga diberikan secara ilegal, melawan UU perdagangan dunia. Dalam dokumen latar belakan yang diberikan Uni Eropa, disebutkan bahwa pemerintah AS memberikan subsidi kepada Boeing yang melanggar peraturan WTO dalam jumlah US$ 23,7 miliar dalam dua dekade atau hingga 2024."Boeing tidak pernah membayar kembali satu sen pun dari semua subsidi yang diberikan," cetus Shuman."Sementara Airbus telah membayar kembali lebih dari 40% dari semua yang diterima dari pemerintah Uni Eropa sejak tahun 1992. Airbus juga telah membayar kembali kelebihan dana hingga 7 miliar euro hingga saat ini untuk riset dan pengembangan investasi," imbuhnya.Bagaimana komentar AS soal ini? Tentu saja membantahnya mentah-mentah."Ide bahwa Boeing telah menyebabkan ancaman serius terhadap Airbus adalah tidak berdasarkan fakta yang sebenarnya. Sejak tahun 2000, Airbus telah mencapai 20% dari pangsa pasar, semua diambil langsung dari Boeing," ujar Gretchen Hamel, juru bicara perwakilan perdagangan AS.Boeing memperkirakan pangsa pasar Airbus untuk pesawat penumpang sipil meningkat dari 37% pada tahun 2001 menjadi 57% pada tahun 2006. Sebagian karena disumbang oleh subsidi. (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads