Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan sejumlah paket bantuan sosial (bansos) di kuartal I tahun 2026. Setidaknya terdapat dua jenis bansos yang akan disalurkan Kemensos, yakni bansos reguler dan adaptif untuk kebencanaan.
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, menjelaskan bansos reguler mencakup bantuan sembako dan program keluarga harapan. Bansos ini ditargetkan menyasar 18 juta keluarga penerima manfaat dengan anggaran Rp 17,5 triliun.
"Bansos bantuan sembako dan program keluarga harapan yang menyasar 18 juta keluarga penerima manfaat dengan anggaran sebesar Rp 17,5 triliun," ungkapnya dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian untuk bansos kebencanaan, akan disalurkan bagi korban bencana di Aceh, Sumatera, dan sejumlah daerah lain. Pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp 2,3 triliun untuk bansos kebencanaan tersebut.
Sementara untuk anggaran bansos yang dikelola oleh Kemensos untuk asistensi rehabilitasi sosial sebesar Rp 20 triliun. Hingga hari ini, terang Saifullah, anggaran tersebut telah digunakan sebesar Rp 17 triliun.
"Sampai hari ini sudah kita salurkan lebih dari Rp 17 triliun sisanya akan menyusul untuk bulan Januari, Februari, dan Maret. Artinya ini insyaallah sampai lebaran dan kami akan salurkan pada triwulan kedua nanti di bulan April, Mei, dan Juni," jelasnya.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini menambahkan, penerima manfaat bansos bersifat dinamis lantaran berpedoman dengan data tunggal yang telah dimutakhirkan secara berkelanjutan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Adapun bansos Kemensos ini akan disalurkan melalui PT Pos Indonesia.
"Maka itu penerima manfaat bisa jadi di triwulan pertama dapat, di triwulan kedua dapat, mungkin di triwulan tiga tidak dapat. Atau sebaliknya, ada yang belum pernah mendapatkan, nah sekarang kemudian mendapatkan bantuan sosial," pungkasnya.
Tonton juga video "Curhat Pigai Tak Punya Anggaran Bansos: Uang Pribadi Saya Habis"
(acd/acd)









































