PLN Siap Tenderkan Utangan Proyek 10.000 MW
Kamis, 27 Sep 2007 15:04 WIB
Jakarta - PLN akan mentenderkan pinjaman untuk proyek 10.000MW jika negosiasi dengan lembaga keuangan Cina gagal. Tender dilakukan jika PLN tidak mendapatkan suku bunga pinjaman sesuai harapan. Dirut PLN Eddie Widiono menjelaskan, saat ini ada tim yang tengah bernegosiasi dengan China Exim dan Sinosure. "Kalau dari hasil negosiasi itu masih berat, ada opsi untuk tender diantara lembaga keuangan internasional yang mampu beri pinjaman dengan bunga terendah," katanya dalam konferensi pers dikantor PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (27/9/2007). Dengan keluarnya peraturan presiden yang mengatur tentang jaminan untuk proyek 10.000MW, maka diharapkan PLN bisa mendapat pinjaman dengan bunga yang rendah.Jika tender ke lembaga internasional pun dilakukan, maka jaminan pemerintah tetap berlaku.Sebagai perbandingan, Eddie membandingkan dengan bunga obligasi yang dikeluarkan PLN yang sebesar 8% dengan jangka waktu 30 tahun. "Kalau kita tidak bisa dapat lebih rendah itu, ngapain?" katanya. Ia menjelaskan, tidak ada batas waktu yang diberikan untuk negosiasi dengan lembaga keuangan Cina. "Tapi targetnya sebelum akhir tahun semua proses bisa selesai," ujarnya.
(lih/qom)











































