Pemerintah Mau Kurangi Aliran Duit Keluar dari Haji-Umrah

Pemerintah Mau Kurangi Aliran Duit Keluar dari Haji-Umrah

Andi Hidayat - detikFinance
Kamis, 12 Feb 2026 19:30 WIB
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak
Foto: Andi Hidayat
Jakarta -

Pemerintah berupaya menekan arus dana keluar atau cash outflow dari aktivitas haji dan umrah. Adapun perputaran uang dari aktivitas tersebut mencapai Rp 40 triliun, dengan persentase 80% cash outflow.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan upaya ini menjadi bagian dari amanat Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini juga dikoordinasikan langsung ke Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

"Pak Airlangga tadi menyampaikan komitmen beliau untuk mengkoordinir sektor-sektor lain, terutama terkait dengan ekonomi haji. Perputaran di perhajian itu setiap tahunnya Rp 40 triliunan, jumlahnya itu 80% cash outflow. Nah itulah perintah presiden harus dikurangi cash outflow-nya," ungkap Dahnil usai menemui Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dahnil menjelaskan, upaya menekan outflow ini akan dilakukan melalui pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Arab Saudi. Melalui pemanfaatan QRIS di Arab Saudi, Dahnil berharap cash outflow bisa ditekan hingga 50%.

ADVERTISEMENT

"Jadi kalau saja kemudian itu memaksimalkan penggunaan QRIS misalnya, Itu akan mengurangi cash outflow. Kita berharap sih misalnya 50%-50% lah ya. Jadi yang cash outflow itu 50%, cash inflownya bisa 50%," jelasnya.

Ia merinci, ada sebanyak 3 juta orang RI yang melakukan perjalanan haji dan umrah setiap tahunnya. Sementara wisatawan Timur Tengah ke Indonesia hanya sekitar 33 ribu orang per tahun.

Ke depan, terang Dahnil, pemerintah akan mendorong para pelaku travel umroh dan haji untuk menyediakan paket wisata dari Timur Tengah ke Indonesia. Pemerintah juga akan membentuk pokja khusus untuk mengelola sektor ekonomi haji.

"Jadi kita ingin memaksimalkan itu, bayangkan loh kita yang berangkat dari sini ke Saudi itu 3 juta, masa yang dari Saudi ke sini itu hanya 33 ribu. Nah itu yang kita sepakati tadi bersama Pak Airlangga. Pak Airlangga nanti akan bentuk pokja khusus untuk mengorkestrasi semua paket-paket ekonomi khusus tentang ekosistem ekonomi haji," pungkasnya.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads