Purbaya Minta Bappenas 'Diketok' Biar Kerja Lebih Cepat

Purbaya Minta Bappenas 'Diketok' Biar Kerja Lebih Cepat

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 18 Feb 2026 14:56 WIB
Menkeu Purbaya
Foto: Anisa Indraini
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya usulan anggaran belanja tambahan dari berbagai kementerian dan lembaga (K/L) untuk fase rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana Sumatera. Dana itu mencakup program dukungan ketahanan bencana, rehabilitasi lahan dan irigasi, bantuan benih, hingga pakan ternak.

Purbaya mengatakan seluruh usulan itu harus melalui tahapan sinkronisasi di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas). Setelah disetujui, proses selanjutnya di Satgas Bencana yang dipimpin Menteri Dalam Negeri, baru disalurkan Kementerian Keuangan.

"Semua K/L sama prosedurnya, masuk ke Satgas saja yang tentunya nanti mesti diatur oleh Bappenas," kata Purbaya dalam Rakor Satgas Pemulihan Pasca Bencana Sumatera di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya meminta K/L mendorong Kementerian PPN/Bappenas agar bekerja lebih cepat. Dengan begitu anggaran yang diminta bisa segera dicairkan dan digunakan.

"Jadi kalau bisa Bappenas-nya diketok-ketok sedikit biar kerja lebih cepat. Kalau saya sih tinggal bayar," ucap Purbaya.

ADVERTISEMENT

Purbaya menyebut alokasi dana untuk Satgas Pemulihan Bencana di bawah Bappenas mencapai Rp 50-60 triliun. Dari anggaran itu, ia memastikan dananya masih tersisa banyak karena usulan tambahan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang sebesar Rp 74 triliun dikenakan skema multi years selama 4 tahun.

"Jadi untuk tahun ini si aman," imbuh Purbaya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengaku mendapat pesan dari Bappenas terkait adanya kendala persetujuan. Menurutnya, Bappenas tidak mempersulit, melainkan adanya data yang perlu diperbaiki.

"Ini saya baru dapat WA, Bappenas tidak mempersulit, cuma masalahnya kadang-kadang menurut Bappenas, itu data yang masuk menurut Bappenas harus diperbaiki," ungkap Dasco.

Menanggapi itu, Purbaya berpandangan tidak ada data yang sempurna. Ia menyarankan agar diambil keputusan terlebih dahulu, sambil data disempurnakan.

"Masalahnya di database nggak sempurna katanya. Kalau kita tunggu sampai sempurna, pasti nggak akan sempurna-sempurna. Mestinya diambil keputusan, sekian puluh persen hajar saja, nanti sisanya disempurnakan. Kita nggak mungkin dapat data yang sempurna," tegas Purbaya.

Lihat juga Video 'Kepala Bappenas hingga Raffi Ahmad Apresiasi Transformasi Nusakambangan':

(aid/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads