Pengusaha Sewot Cuti Bersama Lebaran Diperpanjang
Selasa, 02 Okt 2007 09:22 WIB
Jakarta - Kebijakan pemerintah memperpanjang cuti bersama lebaran disambut negatif oleh kalangan pengusaha. Terlebih pengumuman perpanjangan cuti bersama itu diinformasikan mendadak.Perpanjangan cuti bersama lebaran dinilai akan makin menurunkan produktivitas kerja dan nilai kompetitif industri Indonesia."Kami tidak setuju, saya pikir kita terlalu banyak libur, produktivitas kita jadi rendah. Tapi karena itu keputusan pemerintah, kita terpaksa sesuaikan," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi saat dihubungi detikFinance, Selasa (2/10/2007).Menurutnya, pengusaha juga harus menambah biaya lembur untuk mengejar produksi yang terpotong cuti bersama yang diperpanjang. Tambahan ini akan membengkakkan ongkos produksi yang pada akhirnya menurunkan daya saing khususnya untuk produk-produk ekspor.Penambahan lembur ini juga harus dilakukan karena permintaan ekspor sangat tinggi di akhir tahun. Naiknya ekspor terkait musim dingin diluar negeri."Kalau negara kita sudah kaya tidak masalah, negara kita masih miskin belum waktunya leha-leha. Kalau di negara kawasan seperti Vietnam, Jepang dan Cina rata-rata mereka libur tidak lebih dari 10 hari dalam setahun. Kita sampai sebulan lebih, kalau PNS-nya, karyawannya produktivitasnya rendah bagaimana?" ketus Sofyan.Apindo meminta kedepannya pemerintah mengurangi jumlah waktu libur. Cuti bersama diperpanjang mulai 12-19 Oktober dari semula 12-16 Oktober.Revisi hari libur dan cuti bersama ini tertuang dalam SKB Menteri Agama, Menaker dan Menneg PAN No 481/2006 Nomor Kep 281/Men/VII/200 dan No SKB/03/M.PAN/2006 tentang Hari-hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2007.SKB itu juga mengatur hari libur Idul Adha yang jatuh 20 Desember dan Natal 25 Desember. Cuti bersama jatuh pada 21,24 dan 26 Desember. Masuk kerja kembali 27 Desember.
(ard/ir)











































