Hati-hati Kurma Israel di Bulan Puasa, Ini Merek dan Ciri-cirinya

Hati-hati Kurma Israel di Bulan Puasa, Ini Merek dan Ciri-cirinya

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 25 Feb 2026 14:54 WIB
Kurma di Tanah Abang
Foto: Ignacio Geordy Oswaldo
Jakarta -

Kurma merupakan makanan yang dianjurkan saat berbuka puasa dan menjadi konsumsi utama selama bulan Ramadan. Namun, memilih kurma kini bukan lagi sekadar soal rasa dan jenis, melainkan juga asal buah tersebut.

Aksi solidaritas terhadap Palestina telah mendorong masyarakat hingga pedagang untuk lebih selektif dalam memilih produk yang mereka beli, terutama produk yang berasal dari Israel. Salah satunya dilakukan pemilik jaringan toko Mekkah Group di Pasar Tanah Abang Blok F, Andi.

Ia memastikan baik di jaringan toko oleh-oleh miliknya maupun toko-toko lain di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, tidak ada yang menjual produk kurma asal Israel. Sebab, para pemilik toko maupun pedagang kurma lain yang tergabung dalam asosiasi pedagang oleh-oleh haji dan umrah dengan tegas memblokir produk-produk asal negara tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini 2018 itu pernah ada masuk Indonesia. Tapi waktu itu kita kan ada asosiasinya, asosiasi pedagang oleh-oleh haji dan umrah. Kita dikasih harga murah tapi kita menolak. Banyak importir yang mau masukkan kurma Israel dengan harga murah, kita tidak mau. Dan kita klarifikasi, untuk kita di Tanah Abang ini, 100% tidak ada yang jual kurma Israel," tegas Andi saat ditemui detikcom, Rabu (25/2/2026).

Ia menjelaskan produk kurma yang dijual oleh Israel biasanya berjenis Medjool. Meski begitu, perlu dipahami bahwa tidak semua kurma Medjool berasal dari Israel, sebab banyak juga yang berasal dari Palestina dan Namibia.

ADVERTISEMENT

Dalam hal ini, menurutnya, beberapa merek atau brand kurma Medjool ternama yang harus dihindari karena berasal dari Israel antara lain King Solomon hingga Nava Fresh.

"King Solomon, ya. Habis itu ada Nava Fruit, ada beberapa lagi, tapi kita nggak ada yang masuk ke sana. Kalau kita di asosiasi pedagang oleh-oleh haji dan umrah, kita menolak keras," ucapnya.

Sementara itu, untuk ciri-ciri kurma Medjool yang berasal dari Israel, menurut Andi, ukuran buah cenderung lebih kecil dibandingkan yang berasal dari negara lain seperti Palestina. Namun untuk rasa, ia mengaku tidak mengetahui apakah ada perbedaan atau tidak karena dirinya juga belum pernah mencoba.

"Kalau bentuk memang ada rancunya. Karena Israel-Palestina kan gandeng ya, kayak Jakarta-Bekasi. Kalau orang nggak tahu itu kurma, sekilas mirip. Cuma memang kalau kita sebagai pedagang, seleksinya bisa. Kalau kurma dari Palestina memang dia punya ukuran yang lebih besar," jelasnya.

"Perbedaan rasa saya nggak tahu. Saking saya nggak mau, saya waktu itu dikirim contoh saja nggak saya makan, saya buang," ujar Andi lagi.

Di luar itu, Andi mengatakan mayoritas kurma yang dijual di Indonesia berasal dari Mesir, Uni Emirat Arab, Tunisia, dan Aljazair. Bahkan, menurutnya, untuk kurma jenis Medjool yang juga banyak diproduksi Israel, para pedagang hanya mengambil produk dari Palestina dan Namibia. Dengan demikian, dapat dipastikan produk yang mereka jual tidak berasal dari Israel.

"Saya klarifikasi kalau untuk Pasar Tanah Abang nggak ada. Kalau tempat lain saya kurang paham. Kalau untuk di Indonesia ini, kurma Medjool pun kita adanya yang dari Palestina dan Namibia, Afrika. Selain itu kita nggak pakai," terangnya.

"Walaupun mereka branding dari Yordania atau dari Palestina, nggak. Kalau kita ambil dari peternakan. Memang kita maunya kalau kurma Palestina ini dari Yerikho, dari desa Yerikho di Palestina," tegas Andi lagi.

Simak juga video 'Dubes Ungkit Alasan Keluar Dewan HAM PBB: Kucilkan Negara Israel':

(igo/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads