Lembaga Keuangan Segera Ikuti Penurunan Bunga Bank Dunia
Kamis, 04 Okt 2007 10:58 WIB
Jakarta -
Lembaga-lembaga keuangan dunia lain akan segera mengikuti langkah Bank Dunia yang menurunkan suku bunganya sebesar 30 basis poin. Namun strategi utang Indonesia takkan berubah.Demikian disampaikan Deputi Menko Perekonomian Mahendra Siregar usai bertemu dengan lembaga pemeringkat Inggris Moody's di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (4/10/2007)."Saya rasa itu akan berkaitan satu sama lain. Pada gilirannya karena ini kan kondisi global demikian. Bisa saja yg mulai dulu Bank Dunia, mungkin pada gilirannya yg lain akan menyesuaikan tak mungkin terpisah sama sekali," ujarnya.Indonesia menyambut baik penurunan suku bunga pinjaman oleh Bank Dunia tersebut, Hanya saja, tegas Mahendra, strategi pengelolaan utang dan komposisinya tidak akan berubah. Pemerintah akan menjalankan strategi peminjaman utang dalam luar negeri dan dalam negeri baik itu SUN, sovereign debt atau commercial debt secara konsisten"Itu kan dari segi biaya, kalau pengelolaan utang kan sudah ada borrowing strategy, tidak akan banyak pengaruhnya, karena borrowing strategy itu dikembangkan berdasarkan arah dan visi kita. Kalau ongkos itu turun ya baik, tapi tidak berpengaruh," paparnya.Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan pemerintah akan mempelajari proposal baru dari Bank Dunia itu."Saya sedang pelajari proposal, termasuk skimnu persyaratannya nanti lihat skimnya seperti apaSetiap kali ada opsi baru kita lihat," ujarnya.Kedatangan Moody'sMengenai pertemuan dengan Lembaga pemeringkat Moodys, Mahendra mengatakan pemerintah hanya menjelaskan kemajuan dalam reformasi, anggaran, situasi makro ekonomi, dan investasi di bidang infrastruktur."Kita menjelaskan perkembangan dan mereka mencatat data," ujarnya.Moody's tentunya akan menjadikan data itu sebagai bahan pemberian pemeringkat utang Indonesia."Tetapi keputusannya kan diambil setelah mereka melakukan diskusi internal, setelah ini mereka pasti akan menemui menteri dan institusi lain," ujarnya.
(ddn/qom)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































