Jual Parsel Lebih Cuan, Sopir Travel 'Ketagihan' Tiap Ramadan

Jual Parsel Lebih Cuan, Sopir Travel 'Ketagihan' Tiap Ramadan

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 02 Mar 2026 12:56 WIB
Parcel Cikini
Foto: Ignacio Geordy Oswaldo
Jakarta -

Memasuki bulan suci Ramadan, kawasan Pasar Kembang Cikini, Jakarta Pusat ramai dipadati penjual parsel musiman. Deretan lapak tampak memajang bingkisan berisi berbagai jenis kue, makanan, minuman dan barang pecah belah memenuhi sudut-sudut jalan.

Di antara deretan lapak itu, terlihat seorang pria paruh baya dengan tenang duduk dekat tumpukan parsel berisi barang pecah belah dan elektronik menunggu pembeli datang. Siapa sangka, pria yang akrab disapa Rozak itu sejatinya adalah seorang sopir travel yang 'banting setir' menjadi penjaga lapak parsel selama Ramadan.

"Ikut orang saya, cuma sampai Lebaran saja di sini, biasanya sopir travel. Saya sudah tiga kali Lebaran di sini, setelah selesai balik lagi ke travel," kata Rozak saat ditemui detikcom di lapak parselnya, Senin (2/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rozak mengatakan pekerja sementaranya ini dilakukannya untuk memanfaatkan momentum hari raya sebagai ladang rezeki tambahan. Sebab dengan menjadi penjaga lapak parsel, dirinya dipastikan mendapat upah yang jauh lebih besar daripada saat menjadi sopir.

Belum lagi selama periode libur Lebaran, banyak masyarakat menjalankan tradisi pulang kampung yang membuat suasana di jalan menjadi sangat macet. Membuatnya merasa enggan menyetir mobil dari Jakarta ke arah Cirebon atau Kuningan.

ADVERTISEMENT

"Travel biasanya Jakarta-Cirebon, Jakarta-Kuningan. Kalau Lebaran malas nyopir, ya itu utama sih alasan macet. Kalau ikut di sini sudah pasti duitnya ada, lebih santai juga," ucapnya.

Meski hanya menunggu lapak parsel musiman di Cikini, menurut Rozak pekerja ini jauh lebih menguntungkan daripada saat jadi sopir travel, walau ia enggan merinci lebih jauh. Belum lagi pekerjaannya di lapak yang tergolong mudah, hanya menjual parsel yang sudah disiapkan pemilik toko sebelumnya, membuatnya 'ketagihan'.

"Kita cuma jual doang, yang kemas parsel segala macam sudah ada orangnya di toko. Jadi kita sistem gaji, cuma gajinya bagus sih. (Dibandingkan saat jadi sopir travel) jauh, makanya saya milih di sini, sudah gitu bisa santai, nggak risiko di jalan. Jatuhnya kaya dapat THR saja," papar Rozak.

Sementara itu, pedagang parsel bernama Lutfi mengatakan kawasan Pasar Kembang Cikini setiap tahun memang selalu dipenuhi oleh lapak-lapak musiman. Fenomena ini menjadi tanda mencari cuan bagi para pedagang lokal.

"Memang sudah tradisinya sih, setiap tahun buka lapak di daerah Cikini. Di sini ada yang memang biasanya jualan parsel di CGC (Cikini Gold Center), banyak juga yang cuma jualan musiman. Memang di sini bukanya pas Puasa sampai sebelum Lebaran saja," kata Lutfi yang sehari-hari memang menjual parsel di kawasan itu.

Meski Lutfi bersama sang ibu memiliki toko parsel yang buka sepanjang tahun di CGC, namun menurutnya membuka lapak tambahan di kawasan Pasar Kembang ini menjadi sangat penting. Sebab mayoritas pembeli datang hanya sampai kawasan lapak-lapak musiman ini.

"Buka di sini sama di dalam jauh bedanya. Kalau di sini bisa jual sepuluh, dua puluh, sampai lima puluhan parsel, di dalam paling cuma jual dua tiga lah. Makanya kalau pun keluar modal lebih buat buka lapak lagi, nggak masalah," terangnya.

(igo/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads