Impor Perhiasan Australia Mengalir Deras ke RI

Impor Perhiasan Australia Mengalir Deras ke RI

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 03 Mar 2026 07:30 WIB
Pedagang menunjukkan emas Antam di etalase toko emas, Cikini, Jakarta, Rabu (23/4/2025).
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Impor Indonesia naik 18,21% pada Januari 2026 dengan nilai mencapai US$ 21,20 miliar. Salah satu komoditas yang impornya naik tinggi yaitu logam mulia dan perhiasan/permata dari Australia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan impor logam mulia dan perhiasan/permata dari Australia mencapai US$ 507,59 juta pada Januari 2026. Jumlah itu naik tinggi hingga 634,30% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).

"Ternyata perhiasan atau logam mulia banyak diimpor dari Australia dengan share 47,54% atau tumbuh 634,30% secara tahunan," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komoditas logam mulia dan perhiasan/permata menjadi salah satu komoditas impor non migas dari Australia dengan total nilai US$ 1,07 miliar. Sisanya ada serealia dengan nilai US$ 157,75 juta dan bahan bakar mineral US$ 77,92 juta.

ADVERTISEMENT

"Total impor non migas dari Australia tercatat sebesar US$ 1,07 miliar. Ini terutama didominasi impor logam mulia dan perhiasan/permata," jelas Ateng.

Selain dari Australia, Indonesia juga tercatat impor logam mulia dan perhiasan/permata dari Uni Emirat Arab (UEA). Meski demikian, nilainya lebih kecil yakni senilai US$ 511,1 juta sepanjang 2025.

"Ternyata bukan hanya dari Australia, dari UEA juga ternyata kita impor logam mulia dan perhiasan sebesar US$ 511,1 juta. Jadi lebih kecil dibandingkan dari Australia," tutur Ateng.

Di sisi lain, Indonesia juga ekspor logam mulia dan perhiasan/permata ke UEA sebesar US$ 183,6 juta sepanjang 2025. "Kita tadi impor, tetapi kita juga ekspor," tambah Ateng.

Tonton juga video "Zulhas Pastikan Impor 1.000 Ton Beras dari AS Hanya untuk Beras Khusus"

(aid/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads